Tampilkan postingan dengan label Jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2020

"Luar Biasa Istri Prajurit Jadi Kepala Kampung Di Perbatasan Merauke"


Merauke (Papua), Nur Isny Willa Salah Satu Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVIII dari Kodim 1707/Merauke ini perlu di contoh dan menjadi inspiratif bagi anggota Persit maupun wanita lain pada umumnya. Bagaimana tidak, diusianya yang masih muda, dia kini menjabat sebagai Kepala Kampung diwilayah perbatasan (RI-PNG) Republik Indonesia Dengan Papua New Guinea.


Nur Isny Willa kelahiran Kupang 1989 adalah Isteri dari Kopral Dua (Kopda) Seprianus Uli yang merupakan Babinsa Koramil 1707-04/Muting Kampung Andaito Distrik Muting, Kodim 1707/Merauke.

Sebagai Kepala kampung Afkab Distrik Muting Kabupaten Merauke yang dilantik sejak 19 Desember 2019, Nur Isny Willa tidak melupakan jati dirinya sebagai seorang Persit serta sebagai ibu rumah tangga. Di sela-sela kesibukannya, berbagai kegiatan Persit selalu diikutinya, bahkan tidak jarang pula, keberadaannya sebagai kepala kampung yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan masyarakat dikampungnya.

Impian terbesar ingin membangun, menjadikan kampungnya lebih baik dalam artian ingin mensejahterakan masyarakat salah satunya dengan membuatkan rumah bantuan kepada masyarakat yang rumahnya tidak layak huni karena kehidupan yang susah sebagai petani kebun dengan mengunakan dana kampung.

Menurut Nur Isny Keberhasilan yang diraihnya selama ini, berbekal kepercayaan serta dorongan dari masyarakat dan tokoh adat setempat untuk maju menjadi salah satu kontestan dalam Pikades. Tidak kalah pentingnya dukungan besar dari suami dan keluarga. Syukur Alhamdulillah saya terpilih menjadi kepala kampung. Ungkapnya.

Sabtu, 18 April 2020

Saatnya Ibu Persit Kodim Brebes Jadi Guru Dirumah


Brebes – Situasi saat sekarang ini banyak yang membutuhkan seorang guru atau pengajar untuk mendidik putra-putrinya, apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 dimana pemerintah melalui maklumat Kapolri yang mengharuskan tidak boleh keluar rumah terkecuali dalam kondisi dan kepentingan yang tidak harus ditinggalkan.






Seperti halnya di kabupaten Brebes ini, dengan adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tentang Pandemi Covid-19, sekolah-sekolah diliburkan atau para pelajar untuk belajar dirumah dan diawasi oleh orang tuanya. Merupakan tanggungjawab kita bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Namun sekolah dan guru wajib memberikan tugas kepada muridnya untuk dikerjakan dirumah dengan cara dikirim melalui medsos (WhatsApp).

Guru telah memberikan Lesson Plan yaitu suatu struktur atau program perencanaan yang dibuat oleh pengajar yang dilaksanakan oleh orang tua murid.

Seperti halnya dengan keluarga yang satu ini yaitu dari TNI Kodim 0713 Brebes, Serka Dulkarim Effendi yang dinas kesehariannya di Koramil 07 Bulakamba, bersama istri selalu monitor akan tugas anaknya Melody Zahira Putri Efendi (6) saat ini di TKIT Harapan Umat Brebes. Sabtu (18/04/2020).

Ika Yuliani, Amd.Keb istri dari Serka Dulkarim Effendi mengerjakan tugas dari sekolah kepada anaknya selama libur Pandemi Covid-19 dirumah.

Kini saatnya ibu persit seperti Ika Yuliani menjalankan tugas yang kesehariannya di Klinik Pratama 13 Brebes menjadi guru untuk anaknya.

Tugas yang diajarkan sesuai dengan jadwal Lesson Plan dari sekolah TKIT Harapan Umat Brebes adalah bermain peran bersama orang tua.

Dengan menggunakan media atau alat perada yang tersedia dirumah, Ibu persit ini dengan sabar menjadi guru pengganti dan mengajarinya selama liburan Pandemi Covid-19 berkahir.

“Ternyata menjadi seorang guru tidak mudah dan tidak bisa dibayangkan karena mengajar anak-anak lebih sulit daripada melaksanakan aktivitas kerja sehari-hari saya sebagai orang tua” Tutur Ika Yuliani.

“Ternyata pekerjaan guru itu sangat luar biasa dan tidak bisa ditulis dan diucapkan melalui kata-kata” Imbuh anggota persit Ika Yuliani. (Utsm)

Minggu, 06 Oktober 2019

Pangdam IV Ingin PSSI Menjadi Juara Dunia


Semarang - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. secara resmi menutup kejuaraan sepak bola usia diatas 45 tahun dalam rangka menyemarakkan HUT ke 69 Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro Semarang, Jum'at (5/10/2019)



Dalam sambutannya Pangdam menyampaiakan bahwa tujuan dari kegiatan ini semata-mata untuk sehat. Dengan olah raga juga membentuk jiwa sportifitas, menjalin silahturahmi dan meningkatkan kualitas diri yang pada akhirnya untuk mendukung pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dirinya juga berharap dengan digelarnya pertandingan-pertandingan semacam ini dapat menghasilkan pemain terbaik dan dapat menjadi pemain PSSI sehingga kedepan dapat menjadi juara dunia, minimal juara asia.

"Kita semua pasti sepakat dan ingin PSSI dapat menjadi juara dunia, minimal juara asia", ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan wasit yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, aman dan lancar. 

Orang nomor satu di Kodam IV itu juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan khususny juara.

"Terima kasih kepada para wasit dan panitia, dan selamat kepada para pemenang dan seluruh pemain yang sudah ikut menyemarakkan acara ini", pungkasnya.

Keluar swbagai juara pertama dari Klub Madya 90 Magelang, juara kedua Klub Kodim  0722/Kudus, juara tiga dari  Manunggal FC dan juara empat PSPM Semarang.

Ikut menyaksikan pertandingan final dan penutupan Pangdam Cup 1 tahun 2019 Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., dan para pejabat Kodam IV/Diponegoro.(pendam/penrem/pendim0713)