Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2019

Jelajah KBBC 0713 Tembusi Halang Rintang

Brebes – Gowes Menjelajah Sebelah Barat Tanggul Kali Pemali dari Desa Pebatan,  Siasem, Wanasari,  Sidamulya, Glonggong,  Jagalempeni Tembus di Rengaspendawa dialnjutkan ke arah Barat Jalur Jalan Tengah Provinsi Jawa Tengah menuju arah Ketanggungan melawati Desa Karangbandung dan finish di Koramil 14/Banjarharjo.




Menempuh jarak sekitar 40 km Tim Gowes KBBC 0713 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0713/Brebes Letnan kolonel Infanteri Faisal Amri,  SE beserta 11 anggota staf dan Danramil 06/Kersana. Jumat pagi (22/02/2019).

Dalam perjalanan kali ini sedikitnya ada jalan dan halang rintang,  sebab Tanggul yang dilewati sama sekali belum tersentuh jejak kaki orang apalagi kendaraan roda dua.

Jalan menantang ini berada di jarak tempuh 8 km dari Desa Wanasari hingga Jagalempeni,  Halang rintang diantaranya jalan becek dan licin serta semak-semak setinggi 100 cm hingga menutupi ban roda sepeda.
 
Namun dengan semangat dan mencari kesehatan akhirnya halangan yang berat tersebut bisa ditaklukkan oleh KBBC dalam waktu 45 menit.

Berdiri dan berfoto bersama diatas jembatan tanggul Jagalempeni sebagai rasa kecintaan dan menikmati keindahan alam yang masih alami.

Hadir dalam penyambutan di Koramil 14/Banjarharjo diantaranya Camat Banjarharjo Munaedi,  SH Anggota DPRD Suwarno,  SH. Ketua Pemuda Pancasila Dadang Kurniawan, SH Polsek Banjarharjo Bripka Sutrisno. (TSMnews.com).

Selasa, 19 Februari 2019

Jembatan Gantung Danawarih Target Gowes Kodim Brebes

Brebes, KBBC 0713 adalah sebuah Club Sepeda yang berdiri baru-baru ini dibulan Januari 2019, Namun Kodim Brebes Bike Club 0713 telah menorehkan prestasi jelajah yang sangat membanggakan, diantaranya Gowes menempuh jarak 30 KM dari start Kodim menuju Koramil 06/Kersana (minggu yang lalu). (16/02/2019).




Pagi ini KBBC mencatat sejarah baru yaitu Gowes 45 KM dimana Start dilakukan dari Perumahan D’Oasis Pulosari Brebes menuju Jembatan Gantung Danawarih Tegal.
Jembatan Gantung Danawarih  adalah sebuah jembatan gantung yang melintasi sungai Kali Gung di dasa Danawarih Kabupaten Tegal. Jembatan Gantung Danawarih dibangun pada tahun 1992 dengan panjang 273 meter dan lebar 1 meter. Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Desa Danawarih dan Sangkanjaya Kecamatan Balapulang.

Jembatan ini berada sekitar 24 Km ke selatan Kota Tegal. Untuk menuju ke sana, jalur yang dilalui hampir sama dengan jalur yang akan ke Obyek Wisata Guci. Setelah melewati Pertigaan Yomani terus ke selatan dan akan melewati Desa Timbangreja kemudian Desa Danawarih. Untuk menuju ke Jembatan Gantung, setelah perbatasan Desa Timbangreja dan Danawarih, belok ke timur. Hingga menemukan pertigaan lagi, baru belok ke selatan terus mencapai lokasi. Sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut dapat terlihat aliran sungai Kali Gung, sawah, saluran induk Kaligung, dan Gunung Slamet.
Tim KBBC sampai dilokasi dengan waktu 1 jam 39 menit yang selanjutnya menikmati pemandangan alam yang indah, rasa lelahpun hilang seketika melihat obyek ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. (Utsm0713)

Jumat, 15 Februari 2019

Jembatan Gantung Danawarih Target Gowes Kodim Brebes


Brebes, KBBC 0713 adalah sebuah Club Sepeda yang berdiri baru-baru ini dibulan Januari 2019, Namun Kodim Brebes Bike Club 0713 telah menorehkan prestasi jelajah yang sangat membanggakan, diantaranya Gowes menempuh jarak 30 KM dari start Kodim menuju Koramil 06/Kersana (minggu yang lalu). (16/02/2019).

Pagi ini KBBC mencatat sejarah baru yaitu Gowes 45 KM dimana Start dilakukan dari Perumahan D’Oasis Pulosari Brebes menuju Jembatan Gantung Danawarih Tegal.

Jembatan Gantung Danawarih  adalah sebuah jembatan gantung yang melintasi sungai Kali Gung di dasa Danawarih Kabupaten Tegal. Jembatan Gantung Danawarih dibangun pada tahun 1992 dengan panjang 273 meter dan lebar 1 meter. Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Desa Danawarih dan Sangkanjaya Kecamatan Balapulang.



Jembatan ini berada sekitar 24 Km ke selatan Kota Tegal. Untuk menuju ke sana, jalur yang dilalui hampir sama dengan jalur yang akan ke Obyek Wisata Guci. Setelah melewati Pertigaan Yomani terus ke selatan dan akan melewati Desa Timbangreja kemudian Desa Danawarih. Untuk menuju ke Jembatan Gantung, setelah perbatasan Desa Timbangreja dan Danawarih, belok ke timur. Hingga menemukan pertigaan lagi, baru belok ke selatan terus mencapai lokasi. Sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut dapat terlihat aliran sungai Kali Gung, sawah, saluran induk Kaligung, dan Gunung Slamet.
Tim KBBC sampai dilokasi dengan waktu 1 jam 39 menit yang selanjutnya menikmati pemandangan alam yang indah, rasa lelahpun hilang seketika melihat obyek ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. (Utsm0713)

Jumat, 08 Februari 2019

Sterilisasi Lumpur Berbahaya di Ruas Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Brebes

Brebes – Hindarkan kecelakaan para pengguna jalan yang melintas, puluhan anggota gabungan Kecamatan Banjarharjo yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani serta Pemuda Pancasila (PP), membersihkan lumpur yang menutupi badan Jalan Provinsi Ruas Banjarharjo-Salem di Gunung Tengah atau areal Perhutani komplek.



Lumpur di jalan tersebut sudah menjadi langganan tetap jika hujan deras datang akibat saluran drainase yang kurang mumpuni. Jajaran Muspika mewakili masyarakat berharap adanya peningkatan volume gorong-gorong atau saluran pembuangan yang menjadi pemicunya, hal ini dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Agus Sulistyo. Sabtu (9/2/2019).

“Pagi ini Kepala Perhutani BKPH Banjarharjo Timur KPH Balapulang, Bapak Jon Wahyudi (43) sudah melaksanakan koordinasi lagi dengan Dinas PU terkait saluran drainase di jalan Provinsi ini. Semoga upaya kali ini segera direspon pemerintah demi keselamatan umum,” ungkap Agus.

Sementara, Turino (45) Asper Perhutani BKPH Banjarharjo, mengapresiasi tentang upaya TNI penggagas pembersihan akses serta kontribusi Pemuda Pancasila ikut serta dalam sterilisasi lumpur. (Aan0713).

Minggu, 03 Februari 2019

Meriah, Trabas Ketanggungan Brebes Diikuti Ribuan Trail

Brebes – Setidaknya 2.440 orang peserta dari berbagai daerah baik lokal Brebes maupun luar kota, memadati Terminal Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan guna mengikuti JABS (Jelajah Alam Brebes) atau Trabas dalam memeriahkan HUT Kabupaten Brebes yang Ke-341. Minggu (3/2/2019).



Para pecinta alam bermotor trail ini sangat antusias mengikuti setiap etape sampai dengan petang (16.50 WIB). Acara dibuka Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH yang didampingi Forkopimda yang antara lain Dandim 0713 Brebes Letkol Inf. Faisal Amri, SE, Kapolres AKBP Aris Supriyono, S.I.K, M.Si, Kompol Warsidi Ketua Trabas Brebes, Muspika Ketanggungan, para Toga, Tomas serta masyarakat sekitar.

Bupati mengucapkan selamat datang kepada para peserta jelajah alam Brebes dan memberi apresiasi atas antusiasnya peserta dengan bukti jumlah yang mendaftar dari berbagai daerah diluar Brebes, bukan karena faktor doorprize semata, namun karena rasa kekeluargaan penghobi kuda besi.

“Saya harapkan dengan kegiatan ini kita bisa mengenalkan Brebes, tidak hanya bawang dan telur asinnya saja tapi keindahan alamnya juga,” ungkapnya dalam sambutan sekaligus mempromosikan wilayahnya.

Sementara Dandim menekankan agar para peserta menjaga faktor keamanan sehingga tidak ada kerugian personel. “Jangan karena mengejar juara sehingga tidak menghiraukan keamanan diri, selamat berjuang dan semoga kegiatan ini aman sampai akhir,” tegasnya bersama sebelum melepas peserta di titik start bersama Forkopimda dan ketua panitia.

Terlihat mantan Dandim, Kolonel InfanteriCahyadi Imam Suhada, juga mengikuti trabas bersama anggota Kodim yang dipimpin langsung Faisal Amri yang sempat terjatuh di jalan berlumpur ekstrim. (Aan0713).

Sabtu, 26 Januari 2019

Salem Kembali Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam


Brebes – Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam tergelar di Salem Brebes, Lebih dari 300 relawan kebencanaan dan masyarakat ikut serta didalamnya.(25/01/2019)
Dipimpin oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Nushy Mansur di halaman Balai Desa Pasirpanjang Apel berjalan dengan lancar.

Dalam penyampaian amanatnya “Masyarakat Salem sadar, kalau daerahnya rawan bencana. Jadi masyarakat dan seluruh unsur terkait siap siaga yang ditandai dengan gelaran apel ini,” tutur Nushy.
Bahwa apel siap siaga bencana alam adalah salah satu forum agar masyarakat dan seluruh pihak terkait selalu tanggap dan waspada terhadap gejala alam di sekitar kita. Apalagi Dengan letak geografis yang unik, mengharuskan jajaran pemerintah, TNI, Polri dan seluruh unsur dinas terkait, serta masyarakat untuk saling bersatu padu, bekerjasama dan koordinasi mencermati dan mewaspadai bencana alam, Lanjutnya
Dalam apel tersebut, secara simbolis pemerintah kabupaten Brebes melalui BPBD menyampaikan bantuan alat siaga bencana alam kepada relawan Barudak kumbang sagara (Bangbara) dan pemerintah desa Pasirpanjang.
Alat alat yang diserahkan antara lain mesin gergaji, pompa sedot air, cangkul dan sekop.
Sementara sesaat setelah Apel selesai, Camat Salem Nur Ari HY, mengajak para relawan khususnya seluruh warga Salem agar selalu waspada dengan kondisi wilayahnya, dengan mengadakan posko Siaga Bencana Alam di setiap desa.
Melalui pertemuan ini pula, Camat Salem atas nama masyarakat mendesak agar pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan percepatan pembangunan jalan alternatif baru pasca longsor di bulan februari 2018 yang lalu.
“Kami mendesak pemerintah provinsi, agar pembangunan jalan baru penghubung Salem Banjarharjo, puncak Lio segera diselesaikan,” desaknya. (Utsm0713)

Jumat, 25 Januari 2019

Gowes Jelajah ke Gua Lawa Songgom Brebes

Brebes, Keberadaan Club-club Gowes di Brebes semakin berkembang, namun ada satu Club yang sangat menarik dalam jelajahnya khususnya Gowes Liburan yang dilakukan menuju lokasi wisata yang ada di Brebes, inilah Club GKP (Goes Kedungtukang Permai). (26/01/2019).

GKP yang berdomisili di Desa Kedungtukang Kecamatan Jatibrang ini beranggotakan kurang lebih 25 orang, diantara salah satu anggotanya adalah Sertu Wahyu Widiyarto yang sehari-hari berdinas di Kodim 0713/Brebes.

Wakyu Widiyarto selaku Divisi Touring ini menjadwalkan sebulan sebelumnya dalam Club tersebut menjelajah Obyek Wisata Lokal yang ada di dalam maupun diluar kabupaten Brebes, diantaranya yang sudah ditempuh adalah OW Wabong Purbalingga, OW Curug Cawitali Pemalang dan yang baru-baru ini adalah Danau Bego dan Gua Lawa yang berada di Kecamatan Songgom Brebes.

Gua Lawa terletak di Dukuh Pagengengan Desa Songgom dimana hutan yang masih asri dan alami ini sangat pantas dan cocok dijadikan sebagai akhir dari Jelajah Gowes GKP di minggu ini. Keaslian Nampak lugu dalam pemandangan yang sangat menakjubkan bila sudah sampai ditempat tersebut.

Ketua GKP Hadi Purwanto selaku Ketua Club Gowes menyampaikan pandangannya kepada Pendim 0713/Brebes bahwasannya Gua Lawa Songgom ini layak diperhitungkan menjadi Obyek Wisata, tuturnya.

Dengan Gowes menjelajah ini, mudah-mudahan Dinas Pariwisata Brebes bisa membuka asset Obyek Wisata baru ini, walaupun saat ini baru bisa menggunakan transportasi sepeda ontel, karena perjalanan dan kondisi jalan belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Tambahnya. (Utsm0713)

Selasa, 22 Januari 2019

Walaupun Ruangan Tak Ber-AC, Kebanggaan Memimpin Pemaron Brebes

Walaupun Ruangan Tak Ber-AC, Kebanggaan Memimpin Pemaron Brebes

Brebes – Apresiasi terhadap program bedah rumah dan jambanisasi TNI Kodim 0713 Brebes, yang telah dilakukan pada November-Desember 2018 lalu, diungkapkan Haris Ridiyanto (42) Kepala Desa Pemaron Kecamatan/Kabupaten Brebes di ruang kerjanya. Rabu pagi (23/1/2019).



Diungkapkannya, “Bagi saya ruangan dengan kipas angin saja sudah cukup, yang penting bisa melayani masyarakat dengan baik. Saya mewakili masyarakat Pemaron mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI atas bantuan pembuatan 8 unit jamban sehat serta pemugaran 25 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bantuan pemerintah,” ucapnya mengapresiasi Kodim melalui Pelda Sugiarto saat melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) kewilayahan.

Lebih lanjut, apresiasi lebih tentunya kepada Pemda, sehingga Dana Desa (DD) dapat dialihkan guna pembangunan fisik lainnya maupun pemberdayaan masyarakat. Haris juga menyatakan komitmen bahwa kedepan akan mempertahankan status desa tertib pajak APBD selama 4 tahun berturut-turut di Kecamatan Brebes “lunas pertama”. Dirinya juga bangga atas prestasi yang diperoleh warganya dalam Turnamen Sepakbola Kapolres Brebes Cup 2018, sebagai juara pertama. Pun dalam lomba antar desa, Pemaron mendapatkan penghargaan.

“Ini merupakan bukti kekompakan antara perangkat desa dengan masyarakatnya, jadi ketika masyarakat nitip pajak langsung disetorkan. Nominal pajak desa saat ini mencapai 113 juta dan sudah lunas terbayarkan,” tegasnya.

Selain pajak, desa juga telah memiliki gedung serba guna yang dibangun mulai 2015-2017 dan merupakan gedung serba guna termegah di wilayah kecamatannya. “Sesuai cita-cita dan visi misi dalam membangun aula desa untuk dapat digunakan sebagai tempat pertemuan, kegiatan PKK serta olahraga badminton. Semoga dapat dimanfaatkan masyarakat kedepannya,” harap Kades yang merangkap sebagai Humas Paguyuban Kades Praja Tali Asih Kabupaten Brebes.

Diketahui, anggaran pembangunan gedung berasal dari Bankeu APBD 2015 senilai 100 juta dan 2017 85 juta, ADD 2016 sebesar 56 juta dan terakhir finishing menggunakan swadaya masyarakat sebesar kurang lebih 50 juta. Peresmian gedung saat renungan malam Agustus 2018. “2.628 Kepala Keluarga (KK) sangat merespon kewajibannya dalam pembangunan dan ikut merasa memiliki gedung. Saya sangat bersyukur menjadi pelayanan dari 7.968 jiwa Pemaron,” imbuhnya mengenang kondisi aula sebelum dibangun sangat memprihatinkan. (Aan0713).

Gabungan Unsur Sirampog Brebes, Bendung Kali Keruh Bangun Jembatan Darurat

Gabungan Unsur Sirampog Brebes, Bendung Kali Keruh Bangun Jembatan Darurat

Brebes – Ratusan warga masyarakat Desa Plompong Kecamatan Sirampog dan sekitarnya, berjibaku melakukan gotong-royong membendung paksa sisi selatan Kali Keruh untuk membuat jalan darurat bagi para pejalan kaki. Hal Kegiatan ini dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Mukhrodi di lokasi. Selasa (22/1/2019).

Dijelaskannya juga, sebelumnya jembatan penghubung antar desa sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter yang berdiri di atas kali tersebut terputus di sisi bagian selatan (dari arah Desa Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter. Abutment dan oprit jembatan yang sebelumnya sudah mulai tergerus arus Kali Keruh, akhirnya hilang tersapu banjir bandang coklat pekat bercampur dengan material batu, pada Senin sore (21/1). Ini merupakan akses utama perekonomian, pendidikan dan kesehatan penduduk Plompong untuk menjangkau kecamatannya (7,1 kilometer selama 20 menit) serta desa lainnya.

Jadi jembatan ini merupakan jalan pendekat warga Plompong ketempat lainnya. Jika jembatan ini terputus, maka warga harus memutar jarak 3 kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Camat.

Mengatasi agar penduduk Plompong yang bekerja atau bersekolah di Desa Benda melewati sungai tersebut, maka ratusan orang meliputi TNI Koramil 10 Sirampog dan Polsek masing-masing 5 orang, SAR/Kokam (30) dan PU Sirampog (7), Perangkat Desa (8) serta masyarakat Plompong sejumlah 115 orang.

“Adapun sasaran kerja bakti adalah pembuatan jalan darurat untuk pejalan kaki serta mengalihkan arus air bagian selatan dengan membendung menggunakan batu kali agar tidak memperparah pondasi jembatan yang ambruk. Ini untuk rekonstruksi nantinya,” ungkapnya. (Aan0713).

Senin, 21 Januari 2019

Sinergitas Wong Banjarharjo-Salem Brebes, Berhasil Buka Jalan Provinsi

Sinergitas Wong Banjarharjo-Salem Brebes, Berhasil Buka Jalan Provinsi

Brebes – Ruas Jalan Raya Provinsi Banjarharjo-Salem, tepatnya di Tanjakan Santan Arum Desa Bandungsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang tertutup material longsoran pada Senin (21/1), kini sudah normal kembali dilalui baik kendaraan roda dua maupun empat. Selasa (22/1/2019).



Upaya yang dilakukan ratusan orang yang tergabung dalam Peduli Bencana Alam Banjarharjo-Salem, berhasil mengevakuasi longsoran sepanjang 10 meter dengan ketebalan puncak 2 meter.

Dibenarkan Pjs. Danramil 13 Salem, Pelda Jahri di lokasi karya bakti bahwa, “TNI dan elemen gabungan dari dua kecamatan yaitu Salem dan Banjarharjo, berhasil membuka akses dengan peralatan manual disertai dengan semangat tentunya,” ungkapnya Senin sore.

Dijelaskannya mendetail, para relawan gabungan dua kecamatan tersebut meliputi Koramil, Polsek, BPBD, Karyawan Perhutani BKPH Salem dan Banjarharjo, Satpol PP, Bagana (Banser Tanggap Bencana), Paguyuban Sopir Angkutan Barang serta masyarakat.

“Sehari sebelumnya, tebing yang termasuk dalam lingkungan Gunung Lio kompleks setinggi 10 meter ini, longsor pukul 13.00 WIB dikarenakan tanah labil akibat diguyur hujan terus-menerus selama dua hari kebelakang. Saya selaku warga masyarakat setempat dan prajurit sangat mengapresiasi kebersamaan lintas sektoral ini,” imbuhnya.

Kini akses utama perekonomian dan pendidikan warga masyarakat antar Kecamatan/Kabupaten (Brebes-Majenang Cilacap) tersebut sudah dapat dilalui, walaupun masih licin akibat lumpur bekas longsoran. (Aan0713).

Jembatan Putus di Plompong Sirampog Brebes

Diterjang Air Bah Kali Keruh, Jembatan Plompong Sirampog Brebes Putus

Brebes – Akses utama masyarakat Desa Plompong Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, berupa jembatan antar desa, putus total. Abutment dan oprit jembatan yang mulai tergerus air Kali Keruh sebelumnya, akhirnya hanyut terbawa banjir bandang berwarna coklat pekat bercampur dengan material batu menghantam pondasi jembatan. Senin sore (21/1/2019).

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog, Kapten Inf. Mukhrodi bahwa, sekitar pukul 17.00 WIB, jembatan lama yang terbentang sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter diatas Kali Keruh Desa Plompong, terputus pada bagian selatan jembatan (dari Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter.

“Infrastruktur ini merupakan akses utama warga Plompong dalam menjangkau pusat pemerintahan Kecamatan Siram


pog sejauh 7,1 kilometer selama 20 menit, dengan melewati Desa Kaliloka sejauh 4 km dalam waktu 14 menit. Jika jembatan ini terputus, maka warga kami harus memutar jarak 3 kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Kecamatan Sirampog,” jelasnya.


Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, akan tetapi cukup banyak warga Plompong yang bekerja atau bersekolah di Desa Benda melewati Kaliloka, sehingga kini mereka terpaksa berangkat lebih pagi. Sehari sebelumnya (20/1) masyarakat telah melaksanakan gotong-royong pembuatan tanggul darurat dengan menata batu di sisi selatan jembatan. Tujuannya untuk mengalihkan arus sungai.

Pihaknya bersama Kades Fatoni dan warga masyarakat, memagar kedua mulut jembatan guna dengan bambu guna memberikan tanda agar tidak dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat untuk mencegah kecelakaan. Diketahui, pada 2018 lalu, sempat ada pembangunan jembatan baru di sisi timur jembatan lama sepanjang 80 meter dengan menelan anggaran 10,8 miliaran rupiah dan dikerjakan oleh PT. Somba Hasbo. Namun sayang, saat progres baru 60 % (6 bulan), juga sudah ambruk (31/1/2018) pasca pilar utama diterjang derasnya air serupa. Rekonstruksi belum diteruskan sampai saat ini. (Aan0713).

Jumat, 18 Januari 2019

TNI-Polri, BPBD dan Masyarakat Salem Brebes, Rekonstruksi Talud Roboh

TNI-Polri, BPBD dan Masyarakat Salem Brebes, Rekonstruksi Talud Roboh

Brebes – Bencana longsor kembali terjadi pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 ini. Kali ini, Talud Penahan Tanah (TPT) di Blok Jetak Rt. 01 Rw. 02 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, ambrol sehingga mengancam dua bangunan rumah warga setempat.

Dijelaskan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa sehari sebelumnya (Jumat 18/1) mulai pukul 14.30-16.00 WIB, wilayah Salem dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup lama dan deras sehingga mengakibatkan tebing di samping pemukiman Darsono (47) dan Casri, yang terletak di samping Sungai Cibentar, longsor.

“Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, kerugian materiil kami perkirakan mencapai 10 juta rupiah. Kami bersama masyarakat membantu evakuasi barang-barang dan surat berharga ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya, Sabtu pagi (19/1/2019).

Ditambahkannya, Babinsa bersama Polsek dan BPBD Salem serta puluhan warga setempat, melaksanakan karya bakti pembuatan penahanan tebing darurat.

“Kami bersama anggota Polsek, dinas terkait dan 20 orang masyarakat membuat talud darurat dari bambu dan karung diisi pasir. Batu juga kami gunakan untuk memperkuatnya,” imbuhnya berharap bantuan bronjong guna menyelamatkan rumah tersebut. (Aan0713)

Tebing Longsor 15 Yang Mengarah ke Obyek Wisata Kaligua Brebes

Tebing Setinggi 15 Meter Mengarah ke Objek Wisata Kaligua Longsor

Brebes – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Brebes selatan, tepatnya di Dusun Kalibuntu Rt. 013 Rw. 004 Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Tebing bukit sebelum jembatan dari arah selatan Paguyangan menuju Desa Pandansari, longsor dan sempat mengganggu para pengendara yang akan melintas. Jumat malam (18/1/2019).

Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, pihaknya begitu mendapatkan laporan dari warga setempat, Karno Bin Kasduri (51) wiraswasta dan Soleh Al Jabar Bin Kaid (45) Rt. 014 Rw. 004, segera berkoordinasi dengan Polsek dan meluncur ke lokasi longsoran.

“Tebing di dekat jembatan Dusun Kalibuntu, dengan ketinggian 15 meter dan sepanjang kurang lebih 12 meter longsor sekitar pukul 20.00 WIB. Material berupa batu gunung dan tanah sempat mengganggu arus kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, pihaknya bersama anggota Polsek, Bagana dan warga setempat serta pengendara yang lewat, berusaha menyingkirkan timbunan tanah terutama batu dengan peralatan konvensional seperti sekop dan cangkul. Mereka juga membantu anggota Polsek memasang police line di area sekitar tebing yang longsor agar mudah terlihat oleh para pengguna jalan guna menghindarkan kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Kaligua Desa Pandansari.

“Kami juga menghimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melewati lokasi tebing, terutama jika hujan lebat telah dan sedang terjadi, karena tanahnya masih labil,” imbuhnya menyatakan setengah jam berselang, jalan sudah dapat dilalui kembali dan tidak ada korban jiwa. (Aan0713).

Kamis, 17 Januari 2019

Gotong-royong TNI-Polri dan Pemuda Bumi Brebes


Brebes – Sinergitas antara TNI, Polri serta Pemuda Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, divisualisasikan melalui penanaman ribuan pohon dalam gerakan sosial gaungkan kembali gotong-royong mereboisasi tepian Jalan Raya Buaran-Banjarsari serta perkebunan penduduk setempat. Kamis siang (17/1/2019).

Nampak Kapolsek Iptu Hasari, Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes Kapten Armed Zaenal Abidin, Kades Banjarsari, H. Imron serta Pemuda-pemudi desa maupun anggota Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dinyatakan Kades, H. Imron bahwa, reboisasi digelorakan dalam rangka menggerakkan kembali budaya gotong-royong


dan semangat untuk saling menghormati perbedaan di lingkungan masyarakat, terutama menjaga kondusifitas Kamtibmas yang aman dan damai jelang Pemilu 2019. Pemerintah Kecamatan Bantarkawung melalui PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) berupaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui program Tribina, yaitu Bina Remaja, Keluarga dan Bina Lansia.


Sementara dari keterangan Danramil, dari 7500 pohon yang ditanam, pohon cemara difokuskan untuk merindangkan para pengguna jalan yang melintas, memberikan estetika lingkungan serta mengawetkan akses dengan pencegahan abrasi bahu jalan.

“Geografis Kecamatan Bantarkawung adalah perbukitan sehingga merupakan wilayah rawan bencana longsor. Edukasi kepada masyarakat dalam pencegahan longsor melalui penghijauan sangatlah penting dilakukan guna memperkuat tebing atau bahu jalan,” ungkapnya.

Diketahui, anggaran pengadaan menggunakan ADD TA. 2018. Dari jumlah pohon, bibit cemara, mangga dan rambutan masing-masing sebanyak 500 batang, sedangkan sisanya adalah sengon dan petai. (Aan0713).

Rabu, 16 Januari 2019

PG. Banjaratma, Dulunya Angker Sekarang Rest Area Tol Pejagan-Pemalang

PG. Banjaratma, Dulunya Angker Sekarang Rest Area Tol Pejagan-Pemalang

Brebes – Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes merupakan cagar budaya berusia 110 tahun peninggalan penjajah Belanda. Bangunan yang dibangun pada tahun 1908 oleh Perusahaan Gula N.V. Cultuur Maatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam).

Masyarakat setempat percaya bahwa hantu “Noni Yolanda” anak pejabat administratur PG asal Belanda, adalah salah satu penghuni bekas pabrik gula ini. Kini, pabrik yang terakhir kali beroperasi pada tahun 1997 ini, suwung dan terkesan angker. Tutupnya pabrik diakibatkan kerugian secara terus menerus, biaya operasional tak sebanding dengan keuntungan.

Konon, Noni Yolanda adalah salah satu korban pembantaian keluarga Belanda saat perebutan penguasaan pabrik dari tangan Belanda di masa nasionalis radikal oleh perlawanan masyarakat. Yolanda bukan termasuk korban pembantaian, namun saat terjadi pengepungan rakyat yang mulai masuk di perumahan sekitar PG, dirinya mencoba melarikan diri karena ketakutan dari amuk massa. Naas, saat berlari, ia terjatuh sehingga m

atanya tertancap besi tajam dan akhirnya tewas seketika. Jenazahnya dimakamkan di negeri asalnya. Penampakan Noni Yolanda biasanya berwujud seorang gadis dengan pakaian pengantin yang sangat cantik, namun terkadang berwujud gadis biasa dengan mata dan wajah penuh darah.

Kini, pabrik tersebut sudah disulap menjadi rest area kilometer 260 B Ruas Tol Pejagan-Pemalang dan telah ditinjau oleh Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, saat kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes guna melihat progres pembangunannya. "Luar biasa, ini akan menjadi the best rest area nasional dan bisa juga De Tjolomadoe kedua," ucap Ganjar. Rabu sore (16/1/2019).

Rest Area Tipe-A ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parker sangat luas. Terlihat foto bersama dari kiri, Serma Ujang (Penerangan Kodim 0713 Brebes), Lusi (Kabid Diskominfotik Brebes) dan Bripka Sarinto (Humas Polres Brebes, sedang berfoto dengan background akar beringin yang tumbuh terjuntai dari atas PG. (Aan0713).