Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2019

Sterilisasi Lumpur Berbahaya di Ruas Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Brebes

Brebes – Hindarkan kecelakaan para pengguna jalan yang melintas, puluhan anggota gabungan Kecamatan Banjarharjo yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani serta Pemuda Pancasila (PP), membersihkan lumpur yang menutupi badan Jalan Provinsi Ruas Banjarharjo-Salem di Gunung Tengah atau areal Perhutani komplek.



Lumpur di jalan tersebut sudah menjadi langganan tetap jika hujan deras datang akibat saluran drainase yang kurang mumpuni. Jajaran Muspika mewakili masyarakat berharap adanya peningkatan volume gorong-gorong atau saluran pembuangan yang menjadi pemicunya, hal ini dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Agus Sulistyo. Sabtu (9/2/2019).

“Pagi ini Kepala Perhutani BKPH Banjarharjo Timur KPH Balapulang, Bapak Jon Wahyudi (43) sudah melaksanakan koordinasi lagi dengan Dinas PU terkait saluran drainase di jalan Provinsi ini. Semoga upaya kali ini segera direspon pemerintah demi keselamatan umum,” ungkap Agus.

Sementara, Turino (45) Asper Perhutani BKPH Banjarharjo, mengapresiasi tentang upaya TNI penggagas pembersihan akses serta kontribusi Pemuda Pancasila ikut serta dalam sterilisasi lumpur. (Aan0713).

Rabu, 23 Januari 2019

Puluhan Warga Kalijurang Brebes Rekam e-KTP

Ingin Hak Suara Pemilu Kembali, Puluhan Warga Kalijurang Brebes Rekam e-KTP

Brebes – Sebanyak 46 orang warga masyarakat Desa Kalijurang Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, melaksanakan perekaman dan percetakan KTP Elektronik. Hal ini sesuai instruksi dari Mendagri, agar masyarakat Brebes segera melakukan rekam e-KTP.



Dijelaskan Nadori, Petugas Perekaman Kecamatan bahwa, Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Brebes pada (31/12/2018) adalah, dari jumlah penduduk 1,9 juta terdapat 1.433.222 orang masuk kategori wajib KTP. Namun hingga jelang tahun baru jumlah yang sudah terekam baru mencapai angka 1.322.620 orang. Ini berarti masih ada 110.602 jiwa yang belum.

“Jika dinonaktifkan sesuai Permendagri pada awal Januari 2019, berarti mereka tidak bisa mendapatkan layanan publik semisal mengurus SIM, kredit bank, BPJS serta tidak mempunyai hak pilih dalam Pilpres maupun Pileg 2019 ini,” terangnya, Rabu petang (23/1/2019).

KTP akan aktif kembali jika sudah melakukan perekaman yang baru. Diketahui, Brebes menduduki rangking tertinggi Se-Jawa Tengah terkait jumlah penduduk yang belum rekam KTP. Awal Agustus, tercatat 190 ribu warga yang belum melakukannya. Sehingga untuk mengejar ketertinggalan, Disdukcapil Kecamatan menjemput bola dengan melakukan perekaman keliling secara maraton. Petugas mendatangi khususnya desa terpencil guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Banyaknya agka yang belum rekam, dipengaruhi beberapa faktor yang antara lain alat peralatan, petugas di lapangan, kesadaran masyarakat, banyaknya penduduk yang masih merantau serta letak geografis desa yang tergolong pegunungan dan terpencil.

Kegiatan ini juga disaksikan Kepala Desa Tarsun beserta perangkatnya serta pendampingan dari Babinsa setempat, Sertu Ali Mahfur. (Aan0713).

Selasa, 22 Januari 2019

Gabungan Unsur Sirampog Brebes, Bendung Kali Keruh Bangun Jembatan Darurat

Gabungan Unsur Sirampog Brebes, Bendung Kali Keruh Bangun Jembatan Darurat

Brebes – Ratusan warga masyarakat Desa Plompong Kecamatan Sirampog dan sekitarnya, berjibaku melakukan gotong-royong membendung paksa sisi selatan Kali Keruh untuk membuat jalan darurat bagi para pejalan kaki. Hal Kegiatan ini dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Mukhrodi di lokasi. Selasa (22/1/2019).

Dijelaskannya juga, sebelumnya jembatan penghubung antar desa sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter yang berdiri di atas kali tersebut terputus di sisi bagian selatan (dari arah Desa Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter. Abutment dan oprit jembatan yang sebelumnya sudah mulai tergerus arus Kali Keruh, akhirnya hilang tersapu banjir bandang coklat pekat bercampur dengan material batu, pada Senin sore (21/1). Ini merupakan akses utama perekonomian, pendidikan dan kesehatan penduduk Plompong untuk menjangkau kecamatannya (7,1 kilometer selama 20 menit) serta desa lainnya.

Jadi jembatan ini merupakan jalan pendekat warga Plompong ketempat lainnya. Jika jembatan ini terputus, maka warga harus memutar jarak 3 kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Camat.

Mengatasi agar penduduk Plompong yang bekerja atau bersekolah di Desa Benda melewati sungai tersebut, maka ratusan orang meliputi TNI Koramil 10 Sirampog dan Polsek masing-masing 5 orang, SAR/Kokam (30) dan PU Sirampog (7), Perangkat Desa (8) serta masyarakat Plompong sejumlah 115 orang.

“Adapun sasaran kerja bakti adalah pembuatan jalan darurat untuk pejalan kaki serta mengalihkan arus air bagian selatan dengan membendung menggunakan batu kali agar tidak memperparah pondasi jembatan yang ambruk. Ini untuk rekonstruksi nantinya,” ungkapnya. (Aan0713).

Jumat, 18 Januari 2019

TNI Brebes Kejar Tanam Padi

Kejar LTT, TNI Brebes Kawal Tanam di Sawah

Brebes- Untuk target pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) dan Serapan Gabah Petani (SERGAP) Kodim 0713/Brebes melaksanakan kegiatan tanam padi serentak di Desa Karangsari Kecamatan Bulakamba.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bati Tuud Koramil 07/Bulakamba, Serma Hernawan Fuadi, bersama Bapak Radtam pemilik lahan sawah yang ditanami dengan bibit jenis varietas IR 64 seluas 1 hektar.




Adapun cara tanam bibit padi dengan mengunakan sistem Jarwo (Jajar Legowo), dalam pengolahan lahan memanfaatkan alsintan Traktor Roda 2 milik Brigade Alsintan Kodim 0713/Brebes.

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, S.E. mengatakan tujuan tanam serentak ini, salah satu program TNI AD dengan Kemeterian Pertanian RI untuk meningkatkan luas tambah tanam padi ‘Agar tercapainya program swasembada pangan secara nasional, selain itu juga sebagai upaya pemicu bagi para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes, supaya segera mengelola lahan sawahnya untuk di tanami padi, karena pumpung masih musim penghujan,” katanya.

Sedangkan disisi lain nantinya diharapkan panen padi serentak sendiri ingin memberikan pengawalan terhadap para petani agar tidak menjual hasil panennya dengan harga yang anjlok di luar harga yang telah diajurkan oleh pemerintah.

“Harapan dengan adanya kegiatan tanam padi dan panen padi secara serentak di wilayah Brebes mampu membawa Brebes menuju swasembada pangan di tahun 2019 nantinya,” tuturnya. (Utsm)

Kamis, 17 Januari 2019

Gedung Baru KUA Kersana Brebes

KUA Kersana Brebes Resmikan Gedung Baru

Brebes – Dalam upayanya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, Kantor Urusan Agama (KUA) telah meresmikan gedung baru. Acara terselenggara di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kersana. Kamis siang (17/1/2019).


KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama RI di tingkat Kecamatan, yang hampir setiap hari melayani publik/masyarakat, selalu diharapkan memberikan pelayanan prima disertai dengan komunikasi yang menyenangkan. Itulah salah satu penyampaian Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, Mahrus, S.Pd.I saat meresmikan bangunan baru KUA Kersana.


Mahrus menambahkan, faktor pelayanan prima akan menciptakan persepsi positif sebuah instansi selain kebanggaan terhadap visual kantornya. Oleh karenanya ia meminta kepada seluruh staf KUA beserta penyuluhnya untuk memberikan senyuman yang tulus dengan masyarakat, meningkatkan kualitas kinerja dari 9 fungsi KUA. Pasalnya itu semuanya merupakan aspek kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang keagamaan.


Terlihat Danramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Solekhudin, mewakili masyarakat memberikan ucapan selamat melalui pemotongan tumpeng tasyakuran, dengan disaksikan Kepala Kemenag, Plt. Camat Asip Fauzan, Kapolsek Iptu Agus Dwi, Kasubag PU Kemenag Brebes H. Aqso, Kasi Bimas Islam Kemenag Imam Ghozali serta para Kepala KUA Se-Kabupaten Brebes. (Aan0713).

Rabu, 16 Januari 2019

Gubernur Jateng dan Forkopimda Brebes Tinjau Rest Area KM 260 Tol Pejagan-Pemalang



Gubernur Jateng dan Forkopimda Brebes Tinjau Rest Area KM 260 Tol Pejagan-Pemalang

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, dalam kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes, meninjau dari dekat progres pembangunan rest area kilometer 260 B ruas Tol Pejagan-Pemalang, di bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba. Rabu sore (16/1/2019).


Rest area yang berdiri di lahan seluas 5 hektar dari total luas PG kurang lebih 10 hektar, dan masih dalam pengerjaan Konsorsium BUMN dan dijadwalkan rampung Mei 2019 atau sebelum lebaran. “Rest area sengaja dibangun di lahan tidur bekas PG. Banjaratma, bangunan cagar budaya, guna mewadahi produk UMKM lokal Brebes dan sekitarnya. Ini juga untuk menampung aspirasi pengrajin telur asin dan penjual bawang merah Brebes yang sebelumnya mengeluhkan penurunan penjualan setelah adanya tol,” ucapnya.


Ganjar ingin paling tidak ada 70% penjualan produk berasal dari UMKM lokal. Lebih lanjut dijelaskannya, arsitektur bekas tungku pabrik dan ornamen pendukung lainnya sengaja dibiarkan alami guna menambah daya tarik pengguna jalan tol untuk berkunjung beristirahat melepas lelah di rest area tersebut. Disini akan disediakan stand berukuran kecil 2 x 2,5 meter sebanyak 64 buah dan ukuran besar sebanyak 52 buah bagi para UMKM guna memasarkan hasil bumi maupun kerajinan.



“Sengaja bangunan sejarah yang indah ini dibiarkan kondisinya seperti ini dan akan diberikan pagar pembatas agar orang tidak menyentuh. Dan diharapkan nantinya akan ada pemutaran film sejarah dengan layar lebar tentang PG ini, sehingga menambah daya tarik,” imbuhnya.

Gubernur juga berharap kedepan juga ada pertunjukan kesenian dan workshop kreatif seperti cara membatik, pembuatan telur asin atau inovasi membuat makanan dari telur asin dengan mengundang master chef atau youtuber untuk lebih mempromosikannya.

Dono Prasojo, selaku Pimpro pembangunan terlihat menjelaskan mendetail bangunan kepada Gubernur beserta rombongan serta Forkopimda Kabupaten Brebes, bahwa Rest Area Tipe-A ini dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parkir yang mampu menampung kendaraan kecil maupun berat. (Aan0713).

Selasa, 15 Januari 2019

Desa Legok Banyak TNI Bersama BPBP dan BAGANA Pasca Longsor

Inilah Yang Dilakukan TNI Bantarkawung Brebes Bersama BPBD dan BAGANA

Brebes – Pasca bencana longsor yang merusak satu rumah penduduk Dusun Bojong Neros Rt. 03 Rw. 04 Desa Legok Kecamatan Bantarkawung, telah dilaksanakan Karya Bakti (Karbak) TNI bersama BPBD Kabupaten, Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkoryon Bantarkawung serta puluhan masyarakat setempat. Selasa (15/1/2019).

Dari keterangan Danramil 12 Bantarkawung, Kapten Armed Zaenal, pembersihan material longsor guna membantu Tawirjo, yang bagian belakang rumahnya tertimbun. Kegiatan sosial tersebut dimulai pukul 08.00-13.30 WIB, dengan sebelumnya dilaksanakan apel pembagian tugas oleh Danramil.

“Adapun sasaran karbak di lokasi adalah menyingkirkan material longsor dari belakang rumah Pak Tawirjo. Ini merupakan salah satu tugas TNI bersama segenap komponen masyarakat dalam membantu Pemda mengatasi bencana alam,” ungkapnya.

Dari pekerjaan skala massal tersebut, kini material longsoran sudah dapat disingkirkan. “Kegiatan juga sebagai wadah menjalin komunikasi sosial bersama masyarakat dan dinas terkait melalui sosial,” tutupnya.


Diketahui sebelumnya, Talud/TPT (Tanggul Penahan Tanah) diatas hunian Tawirjo, jebol pada hari Minggu (13/1) sekitar pukul 22.30 WIB karena tidak kuasa menahan dorongan/pergerakan tanah, menyusul guyuran hujan lebat di wilayah Bantarkawung antara pukul 15.00-19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai 15 juta rupiah. (Aan0713).

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Di Sirampog Brebes

Puting Beliung Rusak Rumah Di Sirampog Brebes

Brebes – Potensi kerawanan bencana alam khususnya puting beliung pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 di wilayah Brebes Tengah dan Selatan, yang diprediksi oleh Kaharudin dari BMKG Tegal Karesidenan Pekalongan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengoptimalan penanganan bencana alam di Ruang Data Kodim 0713 Brebes pada Jumat (4/1) kemarin, benar-benar terjadi.

Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes bahwa, di Dusun/Desa Buniwah Rt. 04 Rw. 01 Kecamatan Sirampog telah terjadi hujan lebat disertai puting beliung/lesus yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan merusak sekitar 20 rumah warga setempat. “Sekitar pukul 14.45-16.30 WIB, wilayah


Kecamatan Sirampog dan sekitarnya turun hujan lebat disertai puting beliung. Kencangnya angin mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan bangunan rusak sedang dan berat. Atap atau genteng berjatuhan terbawa angin,” ungkapnya, Selasa malam (15/1/2019).

Lanjut disampaikannya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Adapun data bangunan warga yang mengalami rusak berat antara lain Suhamah, Wasrip, Wasipah, Toharo, Ruslani, Wahidin, Wasrun dan Sutimah. Sedangkan rusak sedang meliputi hunian Saepudin, Abdul Hadi, Megi, Maryono, Rohmat, Ahmad Fauzi, Toto, H. Abu Hasan, Abdul Kholik, Abdul Fatah, Harisman serta Muhrodi.

“Sementara di Dukuh Tengah Desa Buniwah, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan beberapa rumah warga. Pihak kami bersama BPBD Kecamatan segera mendatangi lokasi bencal, mendata kerugian, berkoordinasi dengan Kades untuk merencanakan kegiatan pembersihan puing besok pagi, termasuk mengurangi batang pohon dekat pemukiman penduduk serta melaporkan ke Komandan Kodim selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam Brebes,” imbuhnya. (Aan).

RTRW masukan di Musrenbangdes Rajawetan Brebes

Brebes, Rapat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Desa yang digelar di Balai Pertemuan Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes dihadiri Babinsa, Sertu Subagyo, Selasa (15/01/2019).


Subagyo, merupakan Babinsa Desa Rajawetan Koramil 09/Tonjong. Juga hadir, Sekcam Tonjong Bapak Husni Pramono, Kepala Desa Rajawetan Bapak Ruswoyo, Pendamping desa Bpk Nanang, Tokoh Masyarakat, LPM,BPD dan Seluruh Perangkat Desa Rajawetan serta 12 perwakilan warga setempat.

Tentara yang berpangkat Sersan Satu ini, dalam Musrenbang Desa itu menyampaikan pandangannya. Menurutnya, musyawarah tingkat desa/kelurahan penting dilakukan. Apalagi, demi pembangunan desa.
“Sebab, melalui rapat koordinasi masing-masing bagian dapat memberikan gagasan atau ide positif untuk kemajuan desa tersebut,” katanya.

“Termasuk Babinsa dapat memberikan masukan pembangunan yang dapat mendukung rencana tata ruang wilayah (RTRW) demi kepentingan pertahanan wilayah yang dipersiapkan secara dini untuk mendukung kepentingan di masa mendatang,” sambungnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai usulan rencana pembangunan desa tahun anggaran 2020, di antaranya Pembangunan/pembuatan jalan tembus dari desa Rajawetan menuju desa Gunung Agung Kecamatan Jejeg Kabupaten Tegal sepanjang 2.000 meter dan 3 jembatan penghubung, Pembuatan talut /bronjong di dukuh gembor dampak dari bencana alam longsor tahun lalu. serta pengaspalan sayap jalan dan pembangunan jembatan jalan utama penghubung jalan Desa Kutayu dan Desa Rajawetan Kecamatan Tonjong.

“Selanjutnya, membahas pembangunan sarana jalan serta pengaspalan sayap jalan dan pembangunan jembatan jalan utama penghubung jalan Desa Kutayu dan Desa Rajawetan Kecamatan Tonjong.,” ujar Sersan Subagyo. (Utsm)

Ratusan Masyarakat Sigentong Brebes Sempat Menutup Jalan Pantura

Aksi Audiensi Ratusan Masyarakat Sigentong Brebes Sempat Menutup Jalan Pantura

Brebes – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga masyarakat Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes yang mengatasnamakan Gabungan Masyarakat Peduli Demonstrasi (GMPD), di depan Kantor Bupati Brebes, Jalan Raya Pantura/Jalan Diponegoro No. 141, sempat membuat kemacetan arus kendaraan selama kurang lebih lima menit. Selasa sore (15/1/2019).

Massa dapat dihimbau untuk merapat ke pinggir jalan/di depan gerbang Kantor Bupati oleh anggota Polres, Siaga Kodim 0713 Brebes dan Satpol PP, sehingga arus lalu-lintas kembali normal. Aksi yang dipimpin Korlap berinisial Nursidik dan Iqbal ini, digelar selama 3 jam dari pukul 14.10 WIB, menuntut kepada Bupati agar Kaur Keuangan Desa, Roisun, mundur dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Bre


bes untuk mendalami permasalahan yang terjadi di desa serta supaya BPK Provinsi Jateng mengaudit pengelolaan keuangan desanya.

Latar belakang aksi adalah dugaan penyimpangan praktek administrasi pengelolaan Dana Desa (DD) oleh segelintir perangkat desa yang bertolak belakang dengan Permendagri No. 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa. Pemicu lainnya adalah kurang transparansi publik atau buruknya komunikasi antara Pemdes dengan RT/RW yang berkaitan dengan pendanaan program pembangunan desa dibawah kepemimpinan pejabat sementara Kades, Abdul Wahid, sebagaimana tertuang dalam amanat UU No. 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana desa menjadi salah satu aktor dalam UU KIP tersebut. Warga juga menilai pembuatan akta tanah/sertifikat milik beberapa warga melalui desa mangkrak selama beberapa tahun dan tak kunjung jelas progresnya.

Unras, diterima oleh Inspektorat Kabupaten Brebes, Joko Santoso dan Kabag Pemdes Setda Brebes, Laode Windar P. Massa akhirnya membubarkan diri pukul 17.10 WIB, dan saat ini aspirasi masyarakat Sigentong tersebut masih dalam pemeriksaan Inspektorat Kabupaten.

Diketahui sebagian masyarakat, pada pukul 09.45 WIB, sempat menyegel kantor desa dan meminta Pjs. Kades beserta perangkatnya keluar menemui para audiensi di halaman Balai Desa. (Aan)