Tampilkan postingan dengan label Serma Bambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serma Bambang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2019

Aksi Sosial Segenap Komponen Di Bumiayu Brebes Terhadap Musibah Kebakaran Rumah Janda Pedagang Asongan


Brebes – Puluhan orang gabungan di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, peduli terhadap musibah kebakaran rumah yang menimpa Hayah (55), buruh serabutan dan pedagang asongan asal Desa Laren RT/RW. 03, Bumiayu, melakukan aksi sosial.







Tampak Kepala Desa Laren, Arief Setiawan, SE bersama Serma Bambang, Bati Komsos Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, memimpin apel pembagian tugas kerja bakti di rumah janda yang biasa mengkal menjajakan dagangan asongan di Terminal Bumiayu ini. Jumat (22/11/2019).

Dibenarkan Arief Setiawan, bahwa pihaknya dibantu 35 masyarakat setempat, 10 orang TNI dan 20 siswa MAN 2 Brebes Desa Laren Bumiayu, melakukan pembersihan puing-puing kebakaran.

“Alhamdulillah kami mendapatkan support dari masyarakat, Koramil dan Sekolah MAN 2 Brebes, terhadap musibah yang menimpa salah satu warga kami,” ucapnya mengapresiasi.

Ia juga berterima kasih kepada pihak MAN 2 Brebes yang dalam kesempatan tersebut juga memberikan bantuan Sembako serta pakaian layak pakai, yang disalurkan melalui Waka Kesiswaan, Eti S. Wijayanti, S.Pd dan Pembina Osis, Munawar, S.Pdi.

“Setelah pembersihan kami selanjutnya akan melaksanakan rekonstruksi rumah dengan anggaran desa, swadaya masyarakat, swasta perorangan maupun bantuan dari kecamatan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, kebakaran terjadi (20/11, malam pukul 21.15 WIB) diduga akibat ulah anak Hayah, Fajar (30), yang mengalami gangguan jiwa/stres dan membakar rumahnya sendiri.

Kebakaran berhasil dipadamkan satu setengah jam berselang oleh pihak UPTD Damkar Bumiayu. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun kerugian harta benda materiil ditaksir mencapai Rp. 50 juta. (Aan)

Kamis, 02 Mei 2019

TNI : Jangan Bosan Ajarkan Anak Mencuci Tangan

Brebes – Edukasi mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun, merupakan hal sederhana namun sangat penting dan bermanfaat bagi kesehatan anak. Pasalnya, ini merupakan upaya dalam membasmi kuman tak terlihat penyebab penyakit atau mencegah anak tertular penyakit.

Dalam dunia kesehatan diajarkan bahwa menjaga kesehatan anak harus dilakukan sejak dini, mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air. Ini karena di masa pertumbuhan, anak memiliki sistem pertahanan tubuh/imunitas yang belum maksimal sehingga lebih rentan terserang/tertular virus maupun bakteri dari kebiasaannya menyentuh mulut, mata dan hidung dengan tangan.

Terlihat gambar, kebersamaan Serma Bambang, Bati Tuud Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes dengan Mutiara Mecca (8) siswi kelas 2 SDN Kalierang 02, Jalan Ahmad Dahlan Nomor 07, Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu, pasca memberikan materi cinta tanah air dan bangsa di sekolah tersebut. Kamis (2/5/2019).]

Diungkapkan Bambang “Membiasakan mencuci tangan pada anak sejak dini agar mereka mengerti akan pentingnya bagi kesehatan dan kebiasaan ini akan melekat seumur hidupnya,” ucapnya.

Ditambahkannya, mencuci tangan atau hand wash selain menggunakan sabun dapat menggunakan air bersih dingin dan hangat, dengan cairan, tisu basah atau hand sanitizer. Sedangkan untuk teknis yang baik adalah mencakup menggosok jari-jari, bagian kuku sampai pergelangan tangan dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun karena lebih efektif membunuh kuman pada tangan sekaligus memberikan bau harum.

“Dengan cara yang benar bisa meminimalisir resiko terserang penyakit, karena tangan adalah salah satu anggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai macam benda,” imbuhnya. (Aan Pendim Brebes).

Senin, 25 Maret 2019

Seleksi Internal Calon Paskibraka MA N 2 Brebes


Brebes, Bati Tuud Koramil 08/Bumiayu Serma Bambang PH melakukan seleksi internal calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di MA Negeri 2 Brebes untuk mempersiapkan seleksi di Tingkat Kabupaten Brebes. Senin (23/7/2018)
Seleksi calon Paskibra dilakukan dalam mempersiapkan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 yang akan segera tiba. Pasukan Pengibar Bendera terdiri dari kelompok 45 (empat lima), kelompok 17 (tujuh belas) dan kelompok 8 (delapan) yang terinspirasi dari tanggal Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
“Pelaksanaan seleksi anggota Paskibra kami lihat dari postur fisik, semangat serta mental kepribadian yang baik dari calon peserta. Kami harapkan Paskibra tahun ini lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Serma Bambang yang ditunjuk sebagai tim seleksi internal. 
Diharapkan dengan adanya seleksi ini nantinya dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki postur tubuh dan fisik serta mental yang baik sehingga siap mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera baik di Tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional nantinya. (Utsm0713)

Senin, 11 Maret 2019

Ambalan Ali bin Abi Tholib - Siti Fatimah Di Lantik

Brebes, Pramuka MAN 2 Brebes Desa Laren  Kecamatan Bumiayu menggelar Gladi Tangguh Ambalan Ambalan Ali bin Abi Tholib - Siti Fatimah yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.Selasa(12/03/2019).



Kegiatan gladi tangguh diikuti oleh seluruh Dewan Ambalan 53 orang dan Peserta Latihan 58 orang serta dihadiri oleh semua pembina Pramuka.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di lapangan sekolah, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus pembina pramuka, Muhaimin S.Pd. mengatakan kepada seluruh peserta gladi tangguh bahwa nilai kemanfaatan dari kegiatan ini sangatlah besar.
“Dengan mengikuti gladi tangguh ini, anggota pramuka siap menghadapi tantangan zaman di berbagai medan. Baik di alam bebas maupun saat terjun ke masyarakat nantinya”. Ungkap Muhaimin.
Setelah upacara pembukaan, para peserta mengikuti latihan PBB Dasar yang dilatih oleh Koramil 08/Bumiayu Kodim 0713/Brebes Serma Bambang PH Bati Tuud Koramil.
Diungkapkan oleh Serma Bambang selaku Pelatih PBB Pramuka bahwa selain tujuan untuk meningkatkan ketangguhan fisik dan mental, dengan adanya gladi tangguh ini harapannya mereka pun nantinya siap berkontribusi positif bagi masyarakat dimana mereka tinggal serta nantinya juga relevan dengan dunia milinial sekarang ini.
Kegiatan Gladi Tangguh ditutup dengan upacara penutupan sekaligus penyematan tali komando sebagai simbol kepemimpinan serta Pelantikan Penegak Bantara dan Laksana Pramuka Ambalan Ali bin Abi Tholib - Siti Fatimah. (Utsm0713).