Kamis, 04 Februari 2021

Inilah Rincian Sabtu-Minggu Sebagai Gerakan Jateng di Rumah Saja

  

Brebes - Menindaklanjuti atas kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang gerakan Jateng di Rumah Saja diberlakukan esok, Sabtu-Minggu (6-7/02/2021).






 

Dalam sejumlah ketentuan mengenai hal tersebut yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/0001933 tertanggal 2 Februari 2021.

 

Dalam SE tersebut, Komandan Koramil 11 Paguyangan Kapten Arh Suryadi, SH bersama Kapolsek Paguyangan mengajak masyarakatnya agar tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada Sabtu dan Minggu besok.

 

“Berikut poin-poin penting gerakan Jateng di Rumah Saja” Kata Danramil

 

“Diantaranya Pasar, toko, dan tempat wisata ditutup. Tempat yang berpotensi memunculkan kerumunan seperti di bawah ini bakal ditutup selama dua hari, meliputi Car free day, Mal, Pasar, Jalan, Tempat wisata, Pembatasan hajatan dan pernikahan (dilaksanakan tanpa mengundang tamu), Kegiatan lain yang berpotensi memunculkan kerumunan”. Tegas Kapten Suryadi.

 

“Adapun pengecualian untuk sektor esensial, diantaranya meliputi Fasilitas kesehatan, Kebencanaan, Perbankan, Keamanan, Energi, Komunikasi dan tekologi, informasi, Keuangan, Logistik, Kebutuhan pokok masyarakat, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar, Utilitas public dan Industri vital nasional”. Imbuhnya.

 

Sementara Iptu Kasam, SH Kapolsek Paguyangan menambahkan bahwa “Operasi yustisi di setiap wilayah diantaranya Satpol PP, TNI/Polri, dan instansi terkait di setiap wilayah yang akan menggelar operasi yustisi serentak demi menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan”. Paparnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Ganjar meminta kesempatan tutup itu bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih, sekaligus penyemprotan disinfektan. Adapun tujuan dari pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja adalah menekan persebaran virus corona penyebab Covid-19.

 

“Hanya dua hari saja tempat-tempat keramaian, pariwisata, toko pasar, kita istirahat dulu. Yang nantinya pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih, tempat pariwisata juga ditutup dulu,” jelasnya Kapolsek.

 

Himbauan ini dilakukan dengan harapan gerakan Jateng di Rumah Saja bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga, gerakan itu akan memberi dampak pada penurunan kasus Covid-19. (Oedjank).

Bersinergi, Polsek Dan Koramil Gelar Operasi Yustisi Malam Hari

  

Brebes - Pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah hingga saat ini membuat petugas harus terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap mamatuhi protokol kesehatan.






 

Di wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Personel TNI dan Polri serta Satpol PP yang tergabung dalam Satgas Covid-19, terus gencar menggelar operasi yustisi yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kamis malam (04/02/2021).

 

Operasi yustisi dilaksanakan dengan sasaran masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan yaitu tidak memakai masker baik yang berada di jalan, toko hingga tempat nongkrong anak-anak remaja.

 

Kapten Infanteri Iskandar Subehi, Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes menjelaskan bahwa tujuan operasi yustisi tersebut dilakukan, tidak lain adalah untuk mengingatkan seluruh masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan.

 

“Semua ini ditempuh untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang masih terus mewabah beberapa bulan belakangan ini,” jelas Iskandar.

 

“Kami bersinergi dengan Polsek Salem dan Satpol PP Kecamatan Salem untuk pelaksanaan yustisi ini. Kami berharap dengan dilakukannya operasi yustisi secara rutin ini, dapat mendorong kesadaran warga dalam menerapkan protokol kesehatan, agar pandemi covid-19 segera berakhir,” jelas Kapten Iskandar Subehi. (Oedjank)

 

Mayat Hanyut Di Kali Pemali Tanpa Identitas

  

Brebes - Penemuan mayat  berjenis laki-laki yang diperkirakan berumur 40 tahun ditemukan di sungai Pemali tepatnya di antara Desa Glonggong dan Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanaari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (04/02/2021).

 









Saat dikonfirmasi melalui Tim Gabungan diantaranya Babinsa Koramil 03 Wanasari bersama Babinkamtibmas Polsek Wanasari, Tim SAR, Damkar, Ubaloka, Pramuka Peduli dan Pamong Desa setempat, Kronologi masih belum jelas, korban di ketahui oleh salah seorang pemancing asal desa Rengaspendawa, Kecamatan Songgom, namun tidak bisa tertolong karena arus sungai terlalu deras, sampai akhirnya menyangkut dipingir sungai didesa Jagalempeni.

 

Taufik atau Kak Dowwol sapaan akrabnya dari Pramuka Peduli Brebes membenarkan bahwa ada seorang mayat laki-laki dalam keadaan meninggal di sungai Pemali yang diperkirakan 2-3 hari.

 

“Diperkirakan 2-3 hari mayat ini hanyut karena kondisinya sudah membesar, memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Usia antara 35-40 tahun, tinggi badan sekitar 165 cm, memakai kaos oblong warna kuning, tanpa memakai celana”. Ungkap Dowwol.

 

Korban berhasil di evakuasi oleh Tim Gabungan dan mayat di bawa oleh Polsek Wanasari untuk di visum ke RSUD Brebes. (Oedjank)

Selasa, 02 Februari 2021

Di Kersana dan Bantarkawung Brebes, Edukasi Push Up Masih Diberlakukan Bagi Pelanggar Masker

  

Brebes – Gerakan edukasi kepada masyarakat agar patuh Protokol Kesehatan (Prokes) memakai masker, terus dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dari 17 kecamatan.








Seperti halnya yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung dan Kersana, selain himbauan, memberikan masker gratis, mereka juga melakukan penegakan Prokes bagi warga yang tidak memakainya saat tertangkap operasi yustisi. Rabu (3/2/2021). 


“Kita berikan sanksi edukasi bagi 30 warga yang tertangkap tidak membawa masker di lingkungan Pasar Kersana, yaitu mengucapkan Pancasila atau push up sebanyak 20 kali,” beber Danramil 06 Kersana, Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Turiman.


Dijelaskannya juga, upaya tersebut juga sebagai tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna pencegahan penularan pandemi covid-19 dan pendisiplinan Prokes, sesuai Perbup Brebes No. 64 tahun 2020.


Sementara di Kecamatan Bantarkawung, kegiatan serupa dilakukan di Jalan Raya Bantarkawung-Salem (di depan kantor kecamatan).


Amin Sholeh, S.l.P, Sekcam Bantarkawung, menyatakan apresiasi kepada Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bantarkawung, dimana tim ini terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bantarkawung, dan Puskesmas Buaran. (Aan)

Gerakan Brebes Bermasker, Kapolres Brebes bagikan Masker Gratis di Pasar Tradisional

 


Brebes – Kepala kepolisian Resor Brebes AKBP Gatot Yulianto membagikan masker di Pasar Tradisional Brebes, Jawa tengah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19 di kabupaten Brebes.









Kapolres Brebes yang didampingi PJU memimpin langsung pembagian masker di kawasan pasar induk kabupaten Brebes dengan melakukan blusukan ke pedagang dan pengunjung pasar.


"Hari ini kami bagikan 1000 masker kepada masyarakat di kabupaten Brebes. Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di kabupaten Brebes," ujar Kapolres AKBP Gatot Yulianto, Rabu (03/02).


Dia menambahkan, Polisi dan TNI membagikan masker ke pengayuh becak, ojek pengkolan hingga pedagang di pasar induk kabupaten Brebes serta tak lupa untuk selalu memberikan imbauan agar masyarakat mentaati protokol kesehatan.


"Sasaran kami dalam kegiatan hari ini ialah pedagang, pembeli dan juga masyarakat yang ada di sekitar" kata  Kapolres. 


Giat pembagian masker ini sehubungan dengan arahan Kapolri di 16 Program Prioritas Kapolri point ke - 7 tentang penanganan dukungan polri dalam penanagan covid -19 untuk itu kami serentak untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat.


"Terhitung mulai tanggal 1 februari kemarin kita sudah lakukan pembagian masker secara serentak ke lokasi-lokasi aktifitas masyarakat yang di lakukan juga oleh polsek jajaran ke Lokasi ini di antaranya, pasar, tempat transportasi umum," jelas Kapolres.


Diakhir, Kapolres Brebes berpesan kepada masyarakat brebes untuk selalu terapkan protokol kesehatan dengan memakai masker saat melakukan aktifitas, mencuci tangan dengan sabun dan juga menjaga jarak serta tidak berkerumun. (hms/Luxio)

Senin, 01 Februari 2021

Persit Brebes Ajak Masyarakat Patuhi Prokes 5M

 


Brebes – Himbauan Protokol Kesehatan (Prokes) covid-19 juga terus digaungkan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes.







Disampaikan Ny. Rosarina Haikal Sofyan, Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim Brebes, sebagai istri prajurit sudah sepantasnya mendukung peran suami dalam membantu pemerintah menanggulangi wabah pandemi.


“Sasaran pemasangan banner edukasi covid-19, adalah tempat berkumpul masyarakat, yaitu di lingkungan Pasar Induk Brebes di samping Kodim,” ucapnya, Selasa (2/2/2021).


Disampaikannya juga, kali ini himbauan tulisan itu adalah protokol kesehatan 5M, yakni memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari Kerumunan, dan mengurangi Mobilitas.


“Ini adalah edukasi untuk menjaga diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” imbuh Mayor Kowad Rosarina itu di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes (1/2), saat pidato penyaluran bantuan sosial kepada puluhan warga Dusun Sambungregel, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, warga yang terdampak bencana alam tanah bergerak.


Pihaknya juga mengapresiasi salah satu pedagang pasar, Teguh (43), karena dirinya antusias membantu TNI Kodim Brebes untuk memasang banner himbauan tersebut. (Aan)

Persit Brebes Salurkan Bantuan Bagi Puluhan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sirampog Brebes

 Brebes – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, melalui Ranting 11 Sirampog, Koramil 10 Sirampog, menyalurkan bantuan sembako kepada 26 KK yang merupakan korban bencana alam tanah bergerak di Dusun Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah.








Ketua Persit KCK Ranting 10 Sirampog, Ny. Tri Siswanto mengatakan, bantuan 60 kotak mie instan awalnya diserahkan secara simbolis oleh Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan dan Ketua Persit Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan, kepada Masruri, Kepala Desa Manggis, di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes (1/2).


“Gerakan sedekah ini merupakan wujud kepedulian Persit Brebes kepada saudara-saudara kami di Dusun Sambungregel yang rumahnya rusak akibat tanah bergerak,” ucapnya, Senin sore, di Posko MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre), Dusun Sambungregel. (1/2/2021).


Sementara itu dijelaskan, Abdul Mukmin, Sekretaris MDMC Brebes sekaligus anggota BPBD Brebes, pihaknya mengapresiasi bantuan tersebut karena akan sangat bermanfaat bagi setempat.


“Bantuan kami himpun di Posko MDMC, untuk logistik warga setempat yang terdampak,” kata Abdul Mukmin melalui sambungan telpon.


Ditanya para relawan dan dinas terkait dalam upaya penanganan bencal itu, dirinya membeberkan bahwa sebelumnya tim gabungan telah melakukan evakuasi barang-barang berharga milik 26 KK ke rumah-rumah saudara atau tetangganya, merobohkan bangunan rumah yang membahayakan, serta menyalurkan santunan maupun logistik.


Ditambahkannya, Pemkab Brebes akan segera merelokasi puluhan warga terdampak dengan membuatkan Huntara (Hunian Sementara), di tanah wakaf dan tanah bengkok desa, setelah dilakukan penelitian kontur tanah oleh ahli geologi.


Disperakim Jateng juga menyatakan akan memfasilitasi pembangunan kembali rumah yang terdampak, jika tempat relokasi sudah dipersiapkan.


Jamilah (45), mewakili warga terdampak, menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli membantu meringankan beban dirinya dan para tetangganya.


Untuk diketahui, bencana tanah bergerak terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021, yang dipicu intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Desa Manggis dan sekitarnya. Tak hanya bangunan rumah yang terdampak, tanah bergerak juga merusak infrastruktur jalan, satu bangunan masjid dan TPQ. (Aan)