Tampilkan postingan dengan label Karnaval. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karnaval. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2019

Sejarah Hari Bela Negara Dan Peringatan Meriah Dari Segenap Komponen Dan Masyarakat Brebes


Brebes – HBN atau Hari Bela Negara yang diperingati setiap tanggal 19 Desember setiap tahunnya. Ini adalah hari bersejarah Indonesia untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat RI (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada tanggal 19 Desember 1948 silam.




Pada saat itu, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, memberikan mandat penuh kepada Mr. Syafrudin Prawiranegara untuk menjalankan pemerintahan darurat dengan membentuk PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) di Padang, Sumatera Barat.

Langkah ini ditempuh untuk menjaga keutuhan NKRI dari agresi militer Belanda yang kedua pasca proklamasi kemerdekaan RI (17/8/45).

Kegigihan PDRI ini membuahkan hasil sehingga keberadaan Indonesia mendapat perhatian dari dunia internasional dan agresi Belanda untuk menguasai kembali Indonesia mendapatkan kecaman internasional.

Akhirnya pihak penjajah Belanda yang tak dapat menahan kecaman demi kecaman, mengajak berunding Pemerintah RI dari tanggal 14 April-7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Dalam interval waktu ini, juga dilakukan Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, sebelum akhirnya terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak di hotel tersebut yang dikenal dengan Perjanjian Roem Royen. Nama yang diambil dari kedua kepala delegasi yaitu Mohammad Roem  dan Herman Van Roijen.

Isi dari Roem Royen ini antara lain bahwa Belanda akan menghentikan operasi militer, membebaskan para tawanan termasuk Presiden dan Wakil, Ir. Soekarno dan Hatta, juga mengembalikan Kota Yogyakarta, yang kala itu juga menjadi ibu kota sementara Indonesia, kepada pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, pengalihan mandat dari Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Presiden PDRI ke Ir. Sukarno.

Untuk mengenang sejarah besar bangsa ini, akhirnya pada 2006 lalu, Presiden RI ke-6 melalui Keppres No. 28, menetapkan bahwa tanggal 19 Desember diperingati sebagai hari besar negara namun bukan hari libur.

Terlepas dari sejarah tersebut, HBN yang ke-71 tahun ini di Kabupaten Brebes, diperingati segenap komponen masyarakatnya dengan menggelar upacara dan pawai, termasuk anggota TNI Kodim 0713 Brebes yang ikut dalam kegiatan ini. Kamis (19/12/2019).

Dibenarkan Pasi Ops Kodim, Kapten Kavaleri Eko Rudianto, bahwa untuk pawai pihaknya menerjunkan puluhan personel gabungan antara jajaran Staf Kodim dengan Babinsa di 17 Kecamatan/Koramil.

“HBN diperingati untuk mengenang para pejuang yaitu rakyat Indonesia yang ikut mempertaruhkan jiwanya demi mempertahankan kedaulatan kemerdekaan NKRI dari agresi militer Belanda yang kedua, pasca proklamasi kemerdekaan. Puncaknya yaitu Perjanjian Roem Royen,” jelasnya.

Untuk start pawai diberangkatkan Kapolsek Brebes, AKP Suharti dari Stadion Karang Birahi, dan finish di Alun-alun Brebes.

Ditambahkannya, sikap bela negara yang merupakan wujud kecintaan warga negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam upaya mempertahankan kelangsungan NKRI. (Aan)

Senin, 02 September 2019

Awali Tahun Baru Islam, Warga Salem Kerahkan 50 Mobil

Brebes - Mengawali Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, Warga Salem berbondong bondong menaiki 50 mobil bak terbuka yang telah dihias untuk pawai taaruf. Mereka merupakan grup grup Qosidah yang langsung tampil diatas kendaraan hias tersebut melaju dari Alun Alun Salem ke Desa Gunungsugih , Desa Ganggawang dan kembali lagi ke Alun Alun Salem, Minggu (1/9) kemarin.



Usai berpawai, mereka tidak langsung pulang tetapi mengikuti pengajian Salem Bersholawat dalam rangka peringatan Tahun Baru  Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang diisi Habaib Ahmad bin Agil Al Athos dari Paguyangan. 

Peringatan ini, sinergi antara Pemerintah Kecamatan Salem, Forkompinca Salem, KUA Salem,  PCNU Salem,  Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap, Universitras Nadhlatul Ulama Imam Ghozali (UNUGHA) Cilacap,  Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser dan Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Salem.

Antusiasme warga sangat tinggi sehingga acara meriah yang dimulai sejak pukul 08.00 berupa pawai ta'aruf, Salem Bersholawat, pelantikan PAC IPNU - IPPNU Salem,  dan santunan bagi 83 anak yatim/piatu. 

Camat Salem Nur Ari HY dalam sambutannya atas nama Forkompinca dan pemerintah mengucapkan Selamat Tahun Baru 1441 Hijriyah. Dia merasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi umur panjang dan berharap di tahun baru Hijriyah akan lebih baik,  lebih bermakna dan lebih manfaat. 

Dosen IAIIG-UNUGHA Cilacap KH Saekhoni dalam sambutannya juga menyampaikan arti pentingnya silaturahmi. Dan sekaligus mewakili mahasiswa KKN uuntuk berpamitan guna kembali kekampusnya di Cilacap. Saekhoni berharap KKN akan berlanjut terus dalam waktu yang akan datang sehingga bisa berpartisipasi dalam membangun Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

Selaras dengan itu, tausiah Habib Ahmad mengajak untuk bersyukur menikmati pergantian tahun. Sebab, nikmat Allah SWT akan senantiasa bertambah manakala selalu bersyukur. Dan sebaik baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Semoga istiqomah dalam kebaikan, selalu ikhtiar dan lebih baik dari tahun yang sudah dilewati, agar mendapat keberuntungan. (wasdiun/pendim0713)

Senin, 26 Agustus 2019

125 Kontingen Meriahkan Karnaval Pembangunan Bumiayu

Brebes - Sebanyak 125 kontingen dari berbagai komunitas memeriahkan  Karnaval Pembangunan, Seni dan Budaya Kecamatan Bumiayu. Akibat banyaknya peserta, menjadikan pelaksanaan Karnaval yang dilepas pukul 08.00 WIB berakhir hingga bada Maghrib. Masyarakatpun, sangat antusias, terbukti mereka tumpah ruah memadati jalan Pangeran Diponegoro Bumiayu yang dilalui peserta, Sabtu (24/8) lalu.





Semangat tersebut menjadi bukti bahwa HUT Ke-74 Kemerdekaan RI menjadi simbul bagi masyarakat Brebes bagian selatan yang memiliki daya minat tinggi dalam berkreasi sekaligus berpartisipasi dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Kami sangat bangga karnaval ini menjadi bukti cermin SDM yang baik ditandai dengan kreativitas dan partisipasi warga dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang membangun," ucap Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat membuka melepas Karnaval. 

Karnaval di Bumiayu bisa jadi ajang representasi masyarakat yang penuh kreasi dan berdedikasi dalam pembangunan SDM. Kehadiran Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Brebes, Narjo SH MH serta jajarannya juga menunjukan adanya kesungguhan pemerintah dalam melayani masyarakat.

"Kami melayani semua warga demi kemajuan Brebes dan terimakasih atas partisipasi dan antusias masyarakat dalam kegiatan karnaval pembangunan," ujar Idza.

Karnaval di Bumiayu diikuti oleh semua unsur dan elemen masyarakat, mulai dari unsur pendidikan, kelompok seni sampai ormas keagamaan, semuanya ikut andil. Karnaval yang mengambil start dari Lapangan Asri Bumiayu dan finish di Muncang Jatisawit.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Brebes beserta jajaran kepala OPD ini disambut antusias oleh warga, lambaian tangan dan senyum ramah menjadi pelengkap kegembiraan warga. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan kesempatan untuk foto bersama Bupati dan Wakil Bupati disela-sela perjalanan dari start menuju panggung kehormatan.

Sesekali, Bupati dan Wakil Bupati yang berada di panggung kehormatan, mendapat buket bunga dan cinderamata lainya dari peserta karnaval. 

Ketua Panitia Karnaval Bumiayu Iwan Efendi melaporkan, karnaval diikuti 125 kelompok peserta. Jalan sepanjang kota Bumiayu ditutup total dan dialihkan ke jalur lingkar selatan. 

Turut hadir mengikuti menyaksikan  karnaval Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH beserta Isteri Ny Sri Legiastuti Narjo, Asisten 1 Sekda Athoillah Syatori, Camat Bumiayu Apriyanto S, para Kepala OPD, Camat se Wilayah Brebes Selatan, Kodim 0713/Brebes, Koramil 08/Bumiayu, para Kepala Desa dan undangan lainnya. (Suprapto, Wasdiun, Pendim0713)

Rabu, 21 Agustus 2019

Ogoh-ogoh Anoman Dukuh Waru Desa Pemaron Juara Pawai Karnaval Brebes

Brebes – Replika tokoh pewayangan raksasa berupa ogoh-ogoh anoman dari Dukuh Waru, Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil menjuarai pawai pembangunan atau karnaval perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 (20/8).






Ogoh-ogoh tersebut diarak mulai dari titik start di depan Gedung DPRD Kabupaten Brebes, Jalan Gajah Mada No. 5 Kotabaru, menuju finish atau panggung kehormatan Forkopimda di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes atau di samping Markas Kodim 0713 Brebes, Jalan Jenderal Sudirman.

Panitia karnaval, Ismu Broto, Kepala DPKH (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kabupaten, bersama para juri menilai ogoh-ogoh dengan tinggi 3,5 meter dan berat mencapai kurang lebih 250 kilogram ini layak menjadi pemenang kontes yang juga diikuti ratusan peserta mulai dari SKPD, para pelajar dan masyarakat umum, karena semangat dari tim dan pernak-perniknya bahkan dengan asap warna dan musik anoman obong.

Dibenarkan Supardi (35) Kaur Kesejahteraan Desa Pemaron, bahwa apa yang ditampilkan para pemuda desanya berhasil mencuri perhatian ribuan masyarakat yang menyaksikan di Jalan Raya Pantura mulai dari Gedung DPRD sampai Kodim tersebut, mengalahkan para peserta lainnya yang antara lain menampilkan kendaraan hias, batik carnival, marchingband, kesenian lokal pencak silat, kuda lumping maupun pawai komunitas sepeda onthel.

Sementara dikatakan penggagas atau yang mempunyai ide kreatif, Nodo alias Kijut (36), bahwa dirinya bersama para pemuda yang diketuai Resky Ginanjar (27) tidak menyangka dan mengharapkan juara dari karya seninya.

“Saya bersama para pemuda dan masyarakat hanya berniat menampilkan ogoh-ogoh anoman raksasa ini dalam festival karnaval desa yang akan digelar pada 24 Agustus nanti. Eh ternyata juara di tingkat kabupaten atas permintaan pihak kecamatan,” ucapnya kepada Serma Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes. Rabu (21/8/2019).

Ditambahkannya, niat hanya untuk membuat masyarakat bangga, dengan estimasi biaya mencapai kurang lebih Rp. 5 juta dan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Untuk bahan pembuatannya meliputi dakron untuk bulu badan hanoman dan bulu korea untuk bagian wajah yang dipesan dari Bandung. Sedangkan udeng atau penutup kepala serta kain catur, khusus didatangkannya dari Bali.

Nodo mengaku, kesulitan utama pembuatan adalah saat pengeleman dakron. Tampak dirinya berfoto bersama sersan tersebut di Kantor Pengairan Krasak, Jalan Raya Jatibarang-Brebes, Dukuh Waru, Pemaron, di sela-sela perbaikan pasca tampil dalam karnaval kabupaten.

Inilah karya Nodo, yang juga sebagai pelukis lokal, yang membawa nama desa dan kecamatannya. Ia berharap, kedepan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pemuda Pemaron dari pesanan ogoh-ogoh. (Aan)

Selasa, 20 Agustus 2019

Peringati HUT RI Ke 74, Karnaval Budaya Di Brebes Meriah

Brebes - Puluhan ribu penonton tumpah ruwah memadati  jalur protokol Kota Brebes guna menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Selasa (20/8).









Antusias masyarakat untuk menyaksikan karnaval budaya atau  pawai pembangunan terlihat sejak pagi hari meskioun rombongan baru dilepas pukul 09.00 WIB. Terlihat, anak-anak hingga orang dewasa berjubel,  saling berebut, mencari tempat ternyaman dan terdepan demi mendapatkan posisi strategis dan melihat lebih dekat kemeriahan yang ditampilkan peserta karnaval.

Rombongan Pawai tingkat Kabupaten Brebes  tersebut, dilepas Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH beserta jajaran Forkompinda di depan gedung DPRD Jalan Gajah Mada Brebes.

Usai melepas keberangkatan peserta karnaval,  Bupati Brebes seserta Wakil Bupati Brebes dan Forkompinda mendahului peserta lainya untuk memudian berada di panggung kehormatan yang berada di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna menyaksikan dan menyambut seluruh peserta Karnava.

Sebanyak 115 Kontingen yang terdiri dari jajaran SKPD Kabupaten Brebes, Pelajar dan Masyarakat Umum berpartisipasi dalam perhelatan tahunan itu.

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH di sela sela acara karnaval mengatakan, bahwa dirinya sangat senang atas kemeriahan penyelenggaraan karnaval tahun ini. Dia berharap kemeriahan semacam ini dapat memberikan hiburan tersendiri untuk seluruh masyarakat dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Bupati senang bisa menyaksikan kreatifitas anak bangsa dan dapat menemui bakat bakat terpendam yang dimiliki Warga Brebes.

“coba lihat betapa indah dan eloknya batik carnival yang dibuat dan ditampilkan, tidak kalah dengan daerah lain bukan,” ungkap Idza. 

Ketua Panitia Karnaval Budaya drh Ismu Subroto yang juga Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes mengatakan, dalam karnaval tahun ini fokusnya menampilkan seni dan budaya demi melestarikan tradisi bangsa. Ismu juga mengatakan peserta karnaval kali ini bukan hanya dari wilayah Brebes Kota saja, tapi juga ada yang dari kecamatan Jatibarang, Songgom, Wanasari, Bulakamba dan kecamatan lainya.

Karnaval HUT ke-47 Kemerdekaan RI tahun 2019 di meriahkan oleh berbagai pertunjukan diantaranya Marching Band, Angklung, Mobil hias, hingga berbagai miniatur berbagai bentuk yang sengaja dibuat peserta semenarik mungkin. 

Tak kalah menarik adalah penampilan batik carnival yang mendapat sambutan hangat dari seluruh penonton.  (Yaser Arafat/Wasdiun/Pendim0713)

Ribuan Warga Brebes Memagar Betis Jalan Raya Pantura Saat Pawai Pembangunan

Brebes – Ribuan manusia tumpah ruah di Jalan Raya Pantura dari arah timur ke barat, mulai dari Depan Gedung DPRD Kabupaten Brebes di Jalan Gajah Mada No. 5 Kotabaru sampai di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes, Jalan Jenderal Sudirman. Selasa (20/8/2019).









Mereka sangat antusias menyaksikan karnaval atau pawai pembangunan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74, bahkan sejak pagi hari untuk mencari tempat terdepan. Hajatan tahunan ini dimulai pukul 09.00 WIB, dilepas secara simbolis oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti, SE.MH dan Wakilnya, Narjo, SH dengan didampingi Forkopimda.

Dinilai Ketua Panitia, Ismu Broto, Kepala DPKH (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kabupaten Brebes, bahwa pelaksanaan karnaval kali ini sangat ramai namun lancar dengan jumlah peserta mencapai ratusan kelompok yang fokusnya menampilkan seni dan budaya demi melestarikan tradisi bangsa. Karnaval yang bertemakan “Dengan Kebhinekaan Kita Percepat Pembangunan Menuju Brebes Unggul”, juga menunjukkan bahwa keberagaman dapat dipadukan menjadi kekuatan demi memajukan Brebes.

Peserta meliputi dari SKPD, para pelajar dan masyarakat umum, termasuk penampilan berbagai batik carnival, marchingband, pencak silat, kuda lumping dan Komunitas Sepeda Onthel Pasti Brebes serta kendaraan hias, ogoh-ogoh, turut meramaikan pawai.

Personel TNI Kodim 0713 Brebes, Polres dan Satpol-PP turut mengamankan kegiatan. (Aan)

Senin, 19 Agustus 2019

Purwokerto - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, ratusan tenaga medis Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, menggelar pawai atau karnaval aneka kostum budaya khas daerah diseluruh wilayah Indonesia dan menampilkan kreativitas dari setiap bagian yang ada di Rumkit dan juga Persit, Minggu (18/8/2019).








Kegiatan yang digelar secara terbuka bertemakan "Ke-Bhinneka-an" ini, mendapat perhatian masyarakat sekitar, terutama di sepanjang jalur karnaval budaya  yang dilalui menyusuri jalanan sepanjang 5 Km melalui jalan Adyaksa, jalan Ksatrian, Kombes Bambang Suprapto, jalan Overste Isdiman dan kembali ke Mako Rumkit Wijayakusuma.

Dandenkesyah 04.04.01 Purwokerto, Letkol Ckm Drg. Teguh Tri Widodo menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini guna untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 Tahun 2019. "Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-74, dengan mengambil tema Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju yang 
diikuti seluruh personel baik Denkesyah maupun Rumkit Wijayakusuma dan juga Persitnya", terangnya. 

Sementara itu, Karumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Letkol Ckm dr. Markus Wibowo, Sp.OT, MARS, menyampaikan, pawai budaya dan kreativitas ini meliputi banyak ragam budaya daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan Rumkit Wijayakusuma dan lebih tematik dengan mengangkat nilai budaya daerah diseluruh wilayah Indonesia dengan konsep Ke-Bhinneka-an. Disamping itu, juga ditampilkan kreativitas masing-masing peserta sesuai bagian tugas personel bertugas di Rumkit.

Meskipun siang itu kondisi panas terik, karnaval aneka seni budaya khas daerah yang disajikan  tersebut berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan penampilan demi penampilan para peserta yang unjuk ketrampilan dan kemampuan dalam menampilkan setiap jenis seni budaya yang dipilih ataupun menjadi bidang masing-masing. 

"Karnaval budaya dengan tema terfokus Ke-Bhinneka-an seperti ini bagus untuk pengembangan serta penguatan nilai kearifan budaya bangsa, terutama dalam merangsang pertumbuhan budaya kepada para generasi muda bangsa, agar budaya bangsa sendiri tidak luntur, hilang dan bahkan punah karena kontaminasi budaya asing," sambungnya.  

Karumkit menambahkan, ada 6 kelompok seni budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Beberapa seni budaya yang tampil menonjol antara lain seni memakai pakaian khas daerah, serta berbagai kostum baik ditingkat pelajar dan mahasiswa serta kostum pewayangan yang dihias dengan berbagai macam dekorasi sesuai tema keinginan peserta.

"Semua dikemas untuk menampilkan karakter budaya daerah dan kreatifitas seperti ini diharapkan bisa menjadi etalase budaya yang ditampilkan secara terbuka dan digelar setiap tahunnya ke depan," jelasnya.  

Disamping itu, lanjut Karumkit. Kegiatan yang dilaksanakan ini selain untuk mempererat dan memperkokoh soliditas dan kebersamaan satuan, juga sebagai wahana memperkenalkan kepada khalayak umum masyarakat Purwokerto bahwa kami selalu siap melayani dengan tulus dan ikhlas menolong sesama.(Penrem071/Pendim0713)

Pergi Lihat Karnaval, Rumah Sugiman di Banjarharjo Brebes Terbakar

Brebes – Sugiman (58) warga RT. 02 RW. 04 Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tak pernah menyangka bahwa rumahnya kini menjadi tontonan orang saat dirinya sekeluarga menonton karnaval di lapangan desa. Minggu (18/8/2019).





Dibenarkan Babinsa setempat dari Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Ridhoi Birojikin, yang telah menghimpun keterangan dari saksi yang merupakan tetangga korban, Pipi (40) wiraswasta dan saksi 2 yaitu Intan (30) wiraswasta RT/RW. 04, bahwa sekitar pukul 14.58 WIB kedua saksi juga berniat melihat karnaval desa, namun dalam perjalanan melihat adanya kepulan asap di atap rumah korban.

“Melihat adanya kepulan asap, Ibu Pipi dan Intan tetangga korban langsung berteriak meminta pertolongan,” ucapnya.

Tak lama berselang, puluhan warga setempat merespon musibah kebakaran tersebut dengan memadamkan api secara manual dengan galah bambu maupun dengan penyiraman menggunakan ember secara estafet menaiki atap rumah tetangganya. Warga juga membuka paksa pintu rumah korban yang dalam keadaan tertutup dan terkunci guna mengeluarkan barang-barang yang ada dalam.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, api berhasil dipadamkan oleh warga. Satu jam kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kemudian memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Kerugian harta benda ditaksir mencapai sekitar Rp. 250 juta,” imbuhnya.

Pasca kejadian, di tengah-tengah warga yang sedang istirahat, Babinsa menghimbau untuk lebih memperhatikan instalasi kelistrikan saat akan meninggalkan rumah serta menyimpan nomor-nomor penting dinas, termasuk Unit Damkar Ketanggungan di nomor (0283-4582193). (Aan)