Tampilkan postingan dengan label Camat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Camat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2020

Masyarakat Bantarkawung Tolak Pemulangan PDP Covid-19 Yang Dikarantina Pemkab Brebes


Brebes – Muspika Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar rapat di Aula Puskesmas Bantarkawung, terkait rencana pemulangan 14 dari 19 orang peserta tabligh akbar ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, asal Kecamatan Bantarkawung, yang saat ini diisolasi di karantina Pemkab Brebes di Islamic Centre Brebes, Kecamatan Brebes, bersama 2 orang lagi warga dari Kecamatan Salem.



Bukan tanpa alasan warga menolak PDP (Pasien Dalam Pengawasan) untuk dikarantina di rumah masing-masing, ini karena adanya kepastian hasil tes swab dari Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, bahwa 16 orang PDP yang dikarantina dinyatakan positif terpapar covid 19.

Hal ini diumumkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH (Bupati Brebes), saat konferensi pers di Operation Room Setda Brebes, pagi ini. Rabu (6/4/2020).

Masyarakat Bantarkawung cemas karena mayoritas PDP adalah warga Bantarkawung, yaitu 19 orang, setelah keluar hasil tes swab dari laboratorium yang ditunjuk Kemenkes RI, yakni.

Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Nurhadi, bahwa mayoritas masyarakat Bantarkawung menolak keras pemulangan PDP.

“Masyarakat Desa Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Tambakserang, tidak mau untuk sementara waktu mereka dipulangkan sampai wabah corona berakhir,” ungkapnya.

Dikatakannya lanjut, untuk itulah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri SE, Kadinkes Brebes dr. Sarono, Muspika setempat, Kepala Puskesmas Bantarkawung dr. Ely Hikmawati bersama para dokter, bidan dan perawat.

Selain itu para Kades yang meliputi Kades Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Kades Tambakserang, juga hadir bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dari masing-masing desa, juga ikut menolak.

“Pihak Pemerintah Desa juga khawatir, karena dengan kepulangan mereka justru akan menimbulkan kepanikan warga,” tandasnya.

Sementara Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto, M.Si selaku Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Puskesmas Bantarkawung menyatakan, sebenarnya masyarakatnya tidak menolak, namun untuk sementara tetap di karantina di Islamic Centre Brebes, sampai wabah berakhir dengan beberapa pertimbangan, dimana salah satunya adalah saat menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing tidak ada jaminan mereka tidak keluar rumah.

Masyarakat menilai prosedur di karantina Pemkab Brebes akan sangat membantu pihak desa dimana warga tersebut berasal untuk melakukan upaya pencegahan terpapar dari keluarganya.

Dikutip dari Wawasan.co, Kadinkes Kabupaten Brebes, dr. Sartono mengatakan, rencana karantina mandiri di rumah merupakan usulan para PDP yang dikarantina itu sendiri karena mereka mengaku bosan menjalani isolasi di Islamic Center.

"Saya hanya memediasi. Mereka minta supaya dipulangkan dan isolasi mandiri di rumah. Dia berjanji sanggup untuk tidak keluar keluar, tidak ketemu siapa-siapa, termasuk anak istri. Kebetulan secara aturan, isolasi mandiri itu boleh, maka kami mediasi ke pihak desa soal rencana ini,” terangnya.

Sementara itu akhir atau hasil dari mediasi adalah, para PDP tetap dikarantina di Islamic Centre, sedangkan para Kepala Desa sepakat untuk menjenguknya secara bertahap guna mendukung mental pasien.

Untuk diketahui, mulai 5 Mei 2020, Pemkab Brebes memberlakukan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selama 28 hari kedepan. (Aan)

Selasa, 14 April 2020

Mas Aji Gandeng Danramil dan Camat Bantarkawung Cegah Penyebaran Covid-19


Brebes -  Siapa saja boleh memberikan hal apapun untuk menghentikan penyebaran virus Corona (Covid-19).



Seperti yang telah diberikan oleh Mas Aji Fajar Islami (40) salah satu warga Bantarkawung dimana kesehariannya melakukan usaha dibidang Stone Klaser atau pemecah batu dan usaha beton ini memberikan kiprah yang sangat luar biasa untuk warga di kecamatan Bantarkawung.

Putra dari almarhum H. Mahajir mantan anggota DPRD kabupaten Brebes dan Provinsi  Jawa Tengah ini merasa prihatin dengan pendemi coroma ini, makanya dia tergerak ingin membantu masyarakat dengan menyemprotkan disinfektan ke desa-desa yang berada di kecamatan Bantarkawung selama 3 hari yang mana menghabiskan cairan Disinfektan sekitar 10.000 liter. Dengan menggunakan kendaraan roda 6 diantaranya truk mixer dan mobil colt bak. Selasa (13/04/2020).

“Harapanya semoga pendemi ini bisa segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas kembali”, Papar Mas Aji.

Bahkan kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama dengan Forkompicam Bantarkawung dengan melibatkan seluruh komponen lainnya melakukan penyemprotan Disinfektan guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Ditambahkan juga oleh Mas Aji “Mari kita bantu pemerintan dalam melawan dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di daerah kita, kalua bukan kita siapa lagi dan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm)

Minggu, 12 April 2020

Camat Bantarkawung Pimpin Semprot Disinfektan Sepanjang 30 Kilometer


Brebes - Tidak mengenal lelah, begitu disematkan bagi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hingga kini terus berjibaku melakukan penyemprotan disinfektan maupun sosialisasi kepada masyarakat hingga sepanjang jalan provinsipun disemprot. Senin (13/04/2020). 






Bahkan meski di hari libur (Jumat Agung) pada Jumat (10/4/2020) sabtu hingga minggu kemarin, tim yang pimpin langsung oleh Camat Bantarkawung Drs. Eko Supriyanto, M.Si. dan Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infateri Nurhadi yang melibatkan Forkopimcam, Gugus Tugas Siaga Covid-19 Kecamatan, Tim Penggerak PKK serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 13 Dim 0713 Brebes, terlihat masih menjalankan tugas mereka, guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Drs. Eko Supriyanto, M.Si menyatakan “Kurang lebih 30 km ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten sudah di semprot disinfektan dengan menggunakan kendaraan roda empat”. Tutur Camat Bantarkawung.

“Target hari ini tuntas seluruh ruas jalan Provinsi dan jalan kabupaten dan 18 desa yang berada diwilayah kecamatan Bantarkawung” Tambah Drs. Eko Supriyanto, M.Si .

Dalam penyemrotan disinfektan tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm)

Senin, 23 Maret 2020

Camat, Danramil dan Kapolsek Bantarkawung Laksanakan Penyemprotan Disinfektan


Brebes - Camat, Danramil dan Kapolsek Bantarkawung kompak berpatroli untuk mengawal dan mencegah masuknya virus corona atau Covid-19. Dengan mengelilingi kecamatan, mereka menyampaikan jurus untuk terhindar dari virus mematikan itu kepada masyarakat.








Namun secara serentak di sejumlah 17 kecamatan di Kabupaten Brebes, melalui corong pengeras suara dari dalam mobil patroli dan mobil penyuluhan Binmas Polsek dan Tosa, motor Babinsa, satu persatu personil TNI dan Polri serta ada juga Kepala Desa itu menyampaikan jurus untuk terhindar dari virus Corona tersebut. Bahkan juga mereka turun langsung ke tengah masyarakat. 

Di Bantarkawung, Jurus tersebut yakni meminta masyarakatnya untuk tidak panik dan tetap menjaga jarak orang per orang minimal 1 meter. Kemudian meminta masyarakat untuk cuci tangan sesering mungkin setelah melakukan aktivitas dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Kata Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infanteri Nurhadi yang di dampingi Camat dan Kapolsek.

Selanjutnya dengan nada menghimbau Camat Bantarkawung Eko, meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menghindar berjabat tangan ataupun bersentuhan dengan orang lain serta menghindari berkumpul di tempat keramaian.


"Dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala penyakit dan marabahaya," kata para personil TNI dan Polri tersebut ketika menyampaikan jurus menghindari virus Corona tersebut melalui pengeras suara. (Utsm)

Senin, 02 September 2019

Awali Tahun Baru Islam, Warga Salem Kerahkan 50 Mobil

Brebes - Mengawali Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, Warga Salem berbondong bondong menaiki 50 mobil bak terbuka yang telah dihias untuk pawai taaruf. Mereka merupakan grup grup Qosidah yang langsung tampil diatas kendaraan hias tersebut melaju dari Alun Alun Salem ke Desa Gunungsugih , Desa Ganggawang dan kembali lagi ke Alun Alun Salem, Minggu (1/9) kemarin.



Usai berpawai, mereka tidak langsung pulang tetapi mengikuti pengajian Salem Bersholawat dalam rangka peringatan Tahun Baru  Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang diisi Habaib Ahmad bin Agil Al Athos dari Paguyangan. 

Peringatan ini, sinergi antara Pemerintah Kecamatan Salem, Forkompinca Salem, KUA Salem,  PCNU Salem,  Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap, Universitras Nadhlatul Ulama Imam Ghozali (UNUGHA) Cilacap,  Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser dan Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Salem.

Antusiasme warga sangat tinggi sehingga acara meriah yang dimulai sejak pukul 08.00 berupa pawai ta'aruf, Salem Bersholawat, pelantikan PAC IPNU - IPPNU Salem,  dan santunan bagi 83 anak yatim/piatu. 

Camat Salem Nur Ari HY dalam sambutannya atas nama Forkompinca dan pemerintah mengucapkan Selamat Tahun Baru 1441 Hijriyah. Dia merasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi umur panjang dan berharap di tahun baru Hijriyah akan lebih baik,  lebih bermakna dan lebih manfaat. 

Dosen IAIIG-UNUGHA Cilacap KH Saekhoni dalam sambutannya juga menyampaikan arti pentingnya silaturahmi. Dan sekaligus mewakili mahasiswa KKN uuntuk berpamitan guna kembali kekampusnya di Cilacap. Saekhoni berharap KKN akan berlanjut terus dalam waktu yang akan datang sehingga bisa berpartisipasi dalam membangun Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

Selaras dengan itu, tausiah Habib Ahmad mengajak untuk bersyukur menikmati pergantian tahun. Sebab, nikmat Allah SWT akan senantiasa bertambah manakala selalu bersyukur. Dan sebaik baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Semoga istiqomah dalam kebaikan, selalu ikhtiar dan lebih baik dari tahun yang sudah dilewati, agar mendapat keberuntungan. (wasdiun/pendim0713)

Salem Bersholawat

Brebes - Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah, yang jatuh pada hari minggu (01/09/19).
Diadakan Tabligh Akbar Salem Bersholawat bertempat di Alun-Alun Salem dan di hadiri oleh Habib Ahmad bin Agil Al Athos. 



Perlu diketahui Kegiatan ini merupakan kerja bareng antara Pemerintah Kecamatan Salem, Forkompinca Salem, Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Salem Sukirso,KUA Salem,  PCNU Salem,  IAIIG - UNUGHA Cilacap,  Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser dan Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Salem.

Acara yang cukup meriah ini di awali mulai pukul 8 00 pagi dengan pawai ta'aruf,dimulai dari Alun Alun Salem ke Desa Gunungsugih -Ganggawang dan kembali ke Alun Alun Salem yang diikuti oleh ribuan warga Salem dari 21 Desa dengan menggunkana sekitar 50 an kendaraan hias dan grup qasidah yg langsung tampil di atas mobil hiasnya.

Dalam Kegiatan Salem Bersholawat juga di adakan acara pelantikan PAC IPNU - IPPNU Salem, dan santunan bagi 83 anak yatim/piatu dan Sholawat dari Habib Ahmad dan Team Rebana.

Camat Salem Nur Ari HY, dalam sambutannya atas nama Forkompinca dan pemerintah mengucapkan Selamat Tahun Baru 1441 H, dengan selalu bersyukur atas nikmat dari Alloh SWT dan berharap di tahun baru Hijriah ini akan lebih baik,  lebih bermakna dan lebih manfaat. 

“mari kita bumikan sholawat di Salem. Dengan sholawat, Insya Allah Salem akan jadi Kecamatan yang aman, maju, hebat, dan bermartabat. Sesuai janji Allah dengan bersholawat maka apa yang menjadi hajat masyarakat Salem pasti akan tercapai” ungkap Nur ari.

Selaras dengan tausiah Habib Ahmad,  bahwa dg bersyukur maka nikmat nikmat Alloh SWT akan senantiasa bertambah, dan sebaik baiknya manusia adalah yg bermanfaat bagi manusia lainnya. 

Selain itu Dosen IAIIG - UNUGHA Cilacap , KH. Saekhoni dlm sambutannya, juga menyampaikan penting nya Silaturahmi dan sekaligus mewakili mahasiswa KKN utk berpamitan kembali ke kampusnya di Cilacap, dan berharap KKN ini akan berlanjut dalam waktu yang akan datang dalam membangun Kecamatan Salem.(ig/pendim0713)

Sabtu, 24 Agustus 2019

Cegah Stunting, Stake Holder Salem Digembleng

Brebes - Sebagai upaya turut serta mencegah stunting, para stake holder di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes digembleng dalam suatu Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Mereka mendapatkan berbagai materi tentang langkah terbaik pencegahan stunting di wilayah lereng Gunung Slamet tersebut. Sehingga diharapkan, bisa melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.




Camat Salem Nur Ari HY menjelaskan, pelatihan ini digelar atas prakarsa Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) sebagai tindak lanjut dari kegiatan Kader Pembangunan Manusia (KPM)  dan Rumah Desa Sehat (RDS). Titik utamanya, konvergensi pencegahan stunting di 21 desa se Kecamatan Salem. 

“Mereka juga menggodok upaya-upaya kongrit dalam pencegahan stunting untuk diteruskan pada Musyawarah Desa (MusDes), yang bahan-bahannya harus sudah masuk sebelum 15 September,” ungkap Ari disela pelatihandi aula kantor Kecamatan Salem, Jumat (23/8) kemarin.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari tersebut diampu oleh berbagai narasumber. Diantaranya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Brebes Moh Amin, Tenaga Ahli Permberdayaan Masyarakat (TAPM) Hj Fatinah Ardi dan Akhmad Ikhsan),  Dinas Kesehatan Brebes Puskesmas Bentar Sri Setyaningsih, Pendamping Desa Dadang SE dan Sekcam Salem Ujang Wahyu.  

Sebanyak 63 peserta terdiri dari Kades, BPD, KPM, PD, PLD dari 21 Desa dan 17 TPID serta 7 orang Tim Asistensi Kecamatan Salem. (wasdiun/pendim0713)

Jumat, 23 Agustus 2019

Tetesan Darah Bukti Cinta Nabi dan Kemerdekaan

Brebes - Para pejuang telah meneteskan darahnya ketika melawan penjajah untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Anak-anak Salem, juga berani meneteskan darahnya di hari Kemerdekaan ke-74 RI dengan berani disunat. Keberanian anak-anak Salem telah menginspirasi bahwa perjuangan terus dilakukan dalam upaya menunaikan syareat Nabi Ibrahim berupa khitan.


“Meski ada isak tangis, tapi saya acungi jempol mereka berani sunat,” ujar Camat Salem Nur Ari HY disela Sunatan Masal memperingati HUT ke-7 Kemerdekaan RI dan Tasyakuran Kepala Desa Pabuaran, di Desa Pabuaran, Kecamatan Salem, Brebes, Jumat (23/8).

Nur Ari mengaku bangga dan bahagia dengan keberanian anak-anak Salem ikut sunatan masal, apalagi di moment hari kemerdekaan. Pasti mereka akan terkenang dan menjadi motivasi tersendiri sebagai generasi patriot penerus perjuangan bangsa. Dia berharap, anak-anak yang dikhitan,  menjadi anak yang saleh,  sehat,  kuat dan bermanfaat bagi sesama. 

Kepala Desa Pabuaran Nul Hakim menjelaskan, sunatan masal selain dalam rangkaian HUT ke-74 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Salem juga tasyakuran dirinya menjadi Kepala Desa. 

“Alhamdulillah, ada 13 anak dari Desa Pabuaran dan 3 anak dari Desa Indrajaya,” ungkap Nul Hakim. 

Sunatan Masal yang berlangsung di rumah Kades Pabuaran Nul Hakim mendapat sambutan hangat dari orang tua dan keluarga yang disunat. Tampak senyum dan gembira di wajah hadirin yang ikut menyaksikan. Tim Medis didatangkan dari Puskesmas Bentar yang bertindak sebagai juru sunat. 

Mereka yang disunat mendapatkan bingkisan dan sejumlah uang saku yang diserahkan Camat Salem disaksikan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Salem, Pendamping Desa Kecamatan Salem Dadang SE dan undangan lainnya. (wasdiun/pendim0713)

Senin, 12 Agustus 2019

Koramil dan Polsek Latih Paskibra Kecamatan Wanasari Brebes

Brebes - TNI Polri bersinergi melatih Pasukan Pengibar Bendera, Paskibra tingkat Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Senin (12/08/2019) pagi.




Paskibra ini dipersiapkan sebagai petugas pengibar bendera merah putih dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 yang rencananya akan digelar di halaman kantor camat Wanasari pada 17 agustus 2019 mendatang.


Latihan yang berpusat di halaman SMA N 1 Wanasari ini melibatkan 28 pelajar, dimulai setiap hari Senin hingga Jumat dari pukul 08.00 wib sampai dengan sore jam 15.00 Wib.


Adapun pembimbing atau pelatih Paskibra ini yakni dua personel TNI dari Koramil 03 Wanasari, Serma Yusuf dan Serka Jenudin. Dan dibantu oleh 2 orang Polri dari Polsek.




“Hari ini kegiatan baris berbaris untuk kesamaan gerak sudah maksimal, dan petugas pembawa bendera juga sudah mengetahui dan mengerti teknik pengibaran bendera”, kata Serka Jenudin. (Utsm).

Selasa, 11 Juni 2019

Muspika Wanasari Brebes, Damaikan Konflik Sosial Perusakan APK Pilkades

Brebes – Pentahapan dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai proses peralihan pemerintahan desa, terkadang diwarnai baik konflik individu maupun sosial serta pertentangan diantara warga desanya.


Seperti konflik sosial horizontal pada pesta demokrasi masyarakat di Desa Siwungkuk Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hampir menimbulkan kerusuhan serta tindakan anarkis berhasil diredam oleh Muspika, Panitia Pilkades serta Pj. Kepala Desa. Selasa dini hari (11/6/2019).

Diungkapkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Turiman bahwa, kerusuhan bermula sehari sebelumnya (10/6, malam) yang dipicu oleh aksi pencoretan dan penyobekan Alat Peraga Kampanye (APK) dari calon nomor urut 1, H. Sugiyanto.

“Saat pendukung Paslon nomor 1 berusaha melaporkan kejadian pencoretan dan penyobekan APK yang diduga dilakukan oleh pendukung 02, Saudara Wapur, kepada pihak Panitia Pilkades, mereka dihadang oleh pendukung 02 tersebut Sehingga terjadi keributan di jalan depan balai desa,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, Muspika baik itu Camat Nurrudin, SH, Danramil, Kapolsek AKP. Mulyono, SH, Pj. Kades serta para Toga, Tomas dan Todat, mempertemukan atau memediasi kedua kubu di balai desa guna mencegah kerusuhan sekitar pukul 03.00 WIB.

“Muspika secara bergantian memberikan arahan kepada kedua kubu agar bersama-sama menciptakan kondusifitas wilayah selama pentahapan Pilkades,” tegasnya.

Diakhir sambang mediasi tersebut dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan damai dari kedua belah pihak dari setiap tahap Pilkades dan jika dilanggar akan diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku. (Aan Pendim Brebes).

Kamis, 14 Maret 2019

Kasdim dan Wakapolres Tutup Lomba Menembak Senapan Angin

Brebes, Kasdim dan Wakapolres Tutup Lomba Nembak, Berikan Hadiah Kepada Pemenang, Lomba Menembak Senapan Angin dalam rangka Sinergitas TNI-Polri-Pemda Kabupaten Brebes berakhir pada pukul 15.15 wib di lapangan tenis Makodim 0713/Brebes. Kamis (14/03/2019).

  
Kejuaraan ini sekaligus dalam rangka mempererat dan menjalin sinergitas 3 pilar (TNI-Polri-Pemda) peserta dari 17 Danramil, Kapolsek dan Camat, dimana 3 pilar tersebut menjadi satu tim dalam lomba menembak.

Posisi menembak terbagi menjadi 3 cara yaitu sikap tiarap, duduk dan berdiri. Dari jumlah peserta yang ada, antusiasme dari peserta sangatlah tegang, sebab masing-masing kecamatan memiliki bekas atau mantan sniper baik dari TNI maupun Polri, walaupun demikian tidaklah mudah untuk memenangkan lomba tersebut, sebab dalam penilaian ini diambil dari jumlah keseluruhan (tim), sehingga 3 pilar ini harus solid dan tangguh serta harus mumpuni dalam menembak.

Kategori Juarapun muncul setelah menghabiskan waktu yang cukup lama dan tambahan waktu untuk menentukan pemenang dengan jumlah nilai yang sama, namun dengan kesabaran dan focus akhirnya menghasilkan juara-juara menembak senapan angina Kodim 0713/Brebes yang handal.

Untuk Juara Kategori Perorangan dari Kapolsek Bumiayu sebagai juara pertama, juara kedua diraih oleh Danramil 12/Bantarkawung dan urutan ketiga disabet oleh Danramil 15/Ketanggungan.

Di juara Kategori Kelompok (3 Pilar)  juara ketiga dari Muspika Wanasari, juara kedua Muspika Bantarkawung dan juara satu dari Muspika Bumiayu.

Selanjutnya Kategori Juara Umum dimana point tertinggi dengan nilai 300 diraih oleh Kodim 0713/Brebes, 210 point diraih oleh Polres Brebes dan 60 point dari Pemda Brebes.

Peserta lomba mendapatkan Piala, Tropy dan uang pembinaan dari kepanitiaan.
Hadiah dari kejuaraan diberikan oleh Kepala Staf Kodim 0713/Brebes dan Wakapolres Brebes serta Ketua Black Shooting Club Brebes sekaligus menutup acara lomba.

Melalui Via Telepon, Danrem 071/Wijayakusuma, Dandim dan Kapolres Brebes mengucapkan selamat kepada para pemenang dan semoga prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada kejuaraan ke tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan kepada peserta yang belum berhasil, hendaknya dapat menerima hasil ini dengan jiwa yang besar sebagaimana pepatah mengatakan 'kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda'.

Namun dari lomba Sinergitas TNI-Polri-Pemda Brebes yang diselenggarakan di Kodim Brebes ini adalah sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi, harmonis dan eratnya hubungan antar 3 instansi, dan inilah salah satu wujud sinergitas yang tidak ada batas dan menjadi kesatuan.(Utsm0713).

Sertu Saepul Kohar Hadiri Serah Terima Kepala Desa Plongpong

Brebes, Sertu Saepul Kohar Babinsa Koramil 10/Sirampog tampak didepan para tamu undangan di peralihan masa jabatan kepala desa Plongpong Kecamatan Sirampog Brebes. Kamis (14/03/2019).


Sekira pukul 08.00 sampai 10.00 wib bertempat di Balai Desa Plompong dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Desa purna tugas kepada kepada PJ Kades Desa Plompong. Serah terima Kades (Purna) Patoni kepada PJ Kades Heri Kurniawan yang setiap harinya menjadi staf di kantor kecamatan Sirampog.

Hadir dalam acara antara lain Camat Sirampog Wigiyanto, Wekcam Sirampog Sahadi, Ketua BPD Desa Plompong Wahid, Kades (Purna) Patoni, PJ Kades Heri Kurniawan dan tokoh masyarakat serta perwakilan masyarakat kurag lebih 100 Orang menyaksikan acara tersebut.

Dalam penyampaian sambutannya, Camat Sirampog “ Selamat buat Kades Purna Patoni, Saya selaku pimpinan di kecamatan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya serta terima kasih atas tugas dharma baktinya yang telah mengemban selama 6 tahun menjadi Kepala Desa Plongpong dengan aman dan tidak ada halangan apapun, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kesehatan dan keberkahan”. tuturnya.

“ Dan kepada PJ Kades Plompong yang baru selamat bertugas dan menjalankan tugas sebagai PJ Kades, laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Sekalipun PJ kenali wilayah dan masyarakat desa Plompong”. tambahnya diakhir sambutan. (Utsm0713).

Danrem 071/Wk Buka Lomba Tembak Senapan Angin 3 Pilar Kebangsaan

Brebes, Dalam upaya salurkan hobby dan bakat menembak senapan angin di Kabupaten Brebes, pimpinan 3 pilar kebangsaan Kabupaten Brebes mengadakan Lomba Menembak Senapan Angin dalam bingkai “Sinergitas TNI-Polri-Pemda Brebes”. Kamis (14/03/2019).


Lapangan Tenis Kodim adalah tempat dilaksanakannya lomba menembak antara Danramil, Kapolsek dan Camat se-Kabupaten Brebes, hadir ditengah-tengah lapangan lomba tembak dan sebagai tamu kehormatan adalah Kolonel Kavaleri Dani Wardhana Komandan Korem 071/Wijayakusuma yang sekaligus membuka acara lomba. Dalam lomba menembak ini mengambil tema “Salurkan Hobby Raih Prestasi”.

“Sangat luar biasa dan positif atas inisiasi dari Kapolres dan Dandim yang mengajak 3 Pilar Kebangsaan (TNI-Polri-Pemda) Kabupaten Brebes, dimana Danramil, Kapolsek dan Camat se-Kabupaten Brebes mengikuti lomba menembak ini, betapa harmonis dan eratnya hubungan antar 3 instansi ini, saya sangat bangga dan mengapresiasi bahwa inilah salah satu wujud sinergitas yang tidak ada batas dan menjadi kesatuan, pada kesempatan ini juga saya mengajak dalam menghadapi pilpres ke depan ini harus terus terus menjaga menjaga kondusifitas wilayah”. jelas Komandan Korem

Melalui lomba menembak ini, “Kami berharap perlombaan ini menjadi titik awal kemajuan olah raga menembak di Brebes, karena menurut informasi, Kabupaten Brebes selama ini belum pernah mengadakan ivent maupun mengirimkan atlit menembak nya ke kancah pertandingan baik di tingkat daerah (Porda) apalagi nasional.

Perlombaan ini setidaknya menumbuhkan semangat dan Sinergitas TNI-Polri dan Pemda Brebes dalam menampung inspirasi dan menentukan serta merencanakan agar Kabupaten Brebes menjadi lebih maju lagi.

Dengan Kehadiran Komandan Korem 071/Wijayakusuma dalam lomba menambah semangat dan memicu fokus untuk mendapatkan kemenangan dalam lomba ini, terbukti sampai dengan waktu jeda istirahat seluruh peserta kembali ke lapangan lomba setelah melaksanakan ishoma.
Saat ini berita ini terlansir, perlombaan masih berlangsung untuk menentukan pemenang atau juara antar 3 Pilar Kebangsaan Kabupaten Brebes. (Utsm0713)

Selasa, 05 Maret 2019

Rapat Lintas Sektoral di Puskesmas Sidamulya Brebes

Brebes, Danramil 03/Wanasari Kapten Inf Turiman pertemuan koordinasi lintas sektoral dalam rangka mewujudkan peningkatan mutu pelayanan dan untuk mencapai tingkat akreditasi yang lebih tinggi dari utama ke paripurna. Selasa (05/03/2019).



Bertempat di Aula Puskesmas Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes hadir dalam pertemuan tersebut Camat Wanasari Nuruddin. S.H., Danramil, Kapolsek Wanasari AKP Mulyono, S.H., dr. Arlinda Rosmelani Kepala Puskesmas Sidamulya bersama staf.

“ Peningkatan mutu pelayanan dan untuk mencapai tingkat akreditasi yang lebih tinggi dari utama ke paripurna, namun masih terdapat permasalahan dengan adanya bangunan warung makan Rowi (56) warga Desa Sidamulya yang menghalangi pembangunan tembok keliling Puskesmas Sidamulya sebelah utara, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektoral untuk menyelesaikan permasalahan ini “. Tutur dr. Arlinda.

Penyampaian Danramil dalam pertemuan tersebut menyikapi dan memperjelas tentang status tanah tersebut tanah milik siapa, dan seyogyanya diselesaikan secara kekeluargaan lebih dahulu agar tidak ada yang dirugikan. Paparnya.

Alhasil kesepakatan didapat melalui Kades Sidamulya yang mendukung rencana peningkatan Akreditasi Puskesmas, namun Kades akan berkoordinasi langsung dengan pemilik warung makan pecel lele tersebut dan hasilnya akan disampikan pada pertemuan lebih lanjut. (Utsm0713)