Tampilkan postingan dengan label Bela Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bela Negara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2024

Paskibraka Brebes Dibekali Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara

 Brebes - Sejumlah 36 calon Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Brebes dibekali Materi Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara di Aula Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Jum'at malam (09/08/2024). 


Kustoro WHY., S.IP Alumni Lemhanas memberikan materi tersebut dengan tema " Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara Pelajar Kabupaten Brebes Tahun 2024.

Dikatakannya "Saya memberikan materi tentang pemantapan ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara khususnya untuk calon Paskibraka, sebab adik-adik yang hebat ini calon penerus bangsa, putra - putri terbaik". paparnya.





Menurutnya, Pengertian pemantapan ideologi Pancasila  adalah upaya untuk membuat seseorang atau menjadi teguh dalam rangka menunjang kehidupan seseorang atau kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat.


Sedangkan Pancasila sebagai ideologi negara bermakna bahwa sila-sila dalam Pancasila nilai-nilainya merupakan ide dasar dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai yang dicita-citakan.


Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara merupakan kedudukan yuridis formal karena tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945.


Ditambahkannya bahwa Potensi dan ancaman Indonesia terhadap dunia diantaranya kaya sumber daya alam, penduduk indonesia yang beragam, Negara kepulauan dan Letak strategis. 


Sementara WHY sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ada tantangan bagi pelajar atau remaja saat ini yang sangat berbahaya dan dihindari diantaranya Napza, Seks bebas, Tawuran, Peer Pressure, Bolos Sekolah, Nyontek, Merokok dan Pornografi. 


Sejarah mencatat bahwa pemuda pelajar mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi melalui penyadaran pemberdayaan dan pengembangan sebagai bagian dari aset pembangunan nasional dan keberlangsungan negara dalam mengisi kemerdekaan dalam bingkai NKRI.


Tantangan bangsa dan negara semakin berat seiring perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi di era global.


Diakhir materi, WHY mengungkapkan bahwa Indonesia dengan segala kelebihan menjadi ancaman bangsa lain. Nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia mulai luntur di kalangan pemuda dan pelajar serta masyarakat. 


Kustoro WHY., S.IP menanggapi bahwa Kenakalan remaja bisa diantisipasi dengan cara rol model, belajarlah ilmu psikologis agar tau karakter dasar manusia serta mengajak para Calon Paskibraka untuk selalu belajar dan membaca buku guna menunjang kesiapan sebagai penerus menuju Indonesia Emas. (Pen0713).

Sabtu, 10 Februari 2024

Babinsa Ketanggungan Tanamkan Kedisiplinan, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara Melalui Persami

  

Brebes - Babinsa Koramil 15/ Ketanggungan tak hanya melaksanakan kegiatan Komsos, pendampingan kepada para petani, gotong royong dan kegiatan lain di wilayah binaan, akan tetapi Babinsa juga melaksanakan pembinaan generasi muda melalui kegiatan pramuka. Sabtu(10/02/2024)

 

Seperti yang di lakukan Serda Aryono Widodo babinsa koramil 15/Ketangggungan melaksanakan kegiatan pengisian materi pramuka di aula MTS Al Kautsar desa Dukuh Badag Kecamatan Ketanggungan dalam rangka perkemahan sabtu - minggu dan Pelantikan dewan penggalang MTS Al Kautsar. adapun materi-materi yang diberikan kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan bela negara

 




Serda Aryono Widodo mengatakan “ kegiatan pramuka sebagai sarana mempersiapkan generasi muda yang tangguh, mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain dan berjiwa satria serta siap menyongsong masa depan yang lebih baik.

Bahwa kegiatan perkemahan sabtu-minggu atau perkemahan satu hari ini merupakan aplikasi dari kegiatan kepramukaan.

 

Ibu Aida Rahman (45)  selaku guru pendamping MTS Al Kautsar menyampaikan dengan semakin berkembangnya teknologi sekarang ini, generasi muda khususnya adik-adik pramuka ini perlu adanya pembinaan-pembinaan, sehingga apa yang mereka lakukan tidak mudah terpengaruh kepada hal-hal yang berbaur negatif yang dapat merusak masa depannya, ujarnya.

lanjutnya, Perkemahan juga telah mampu mengembangkan rasa persahabatan dan persaudaraan diantara sesama pramuka, meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan kepemimpinan sehingga diharapkan para pramuka yang mengikuti perkemahan ini akan memiliki jiwa persatuan dan kesatuan.

 

“Saya menghimbau kepada peserta perkemahan untuk selalu menjaga kesehatan dan keamanan pribadi dan barang bawaan hingga kegiatan perkemahan ini selesai dengan lancar dan aman”, tutur Serda Aryono Widodo. sambil melanjutkan Yel Yel nya dihadapan puluhan anggota pramuka

(Pen0713)

Jumat, 13 November 2020

Babinsa Bekali Linmas dengan PBB dan Bela Negara

 


Brebes - Pembinaan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan serta bela negara merupakan materi pokok di kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Linmas Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jum’at (13//11/2020).


 

Pembinaan dan pelatihan  Anggota  Perlindungan Masyarakat (Linmas) berada di Aula Balaidesa kemudian dibekali dengan Materi latihan Baris Berbaris dan Bela Negara.

 

Babinsa dari Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes Serka Yuliharyo menyampaikan latihan bertujuan agar para anggota Linmas ini memiliki sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa persatuan, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab serta dapat dipercaya.

 

“Anggota linmas juga dibekali latihan peraturan baris berbaris, melatih daya konsentrasi, belajar tentang solidaritas tim, belajar mendengar dan patuh dan belajar untuk diam dan mengatur emosi”. Tutur Serka Yuliharyo.

 

“Satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan” Imbuhnya. (Utsm).

Jumat, 28 Februari 2020

Kodim 0713 Brebes Gandeng SMK Muhammadiyah Untuk Bela Negara


Brebes - SMK Muhammadiyah Wanasari yang berada di wilayah Komando Teritorial Koramil 03 Wanasari Kodim 0713/Brebes hari ini menerima materi Wawasan Kebangsaan Program Kerja di semester I tahun anggaran 2020. Jum'at (28/02/2020).






Sejumlah 92 orang siswa mengikuti materi diantaranya teori di ruang kelas seperti Materi Bela Negara, Wawasan Kebangsaan,  4 Pilar Kebangsaan,  Proxy War,  Bahaya Narkoba dimana Danramil 03 Wanasari Kapten Infanteri Turiman dan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter)  Kapten Arhanud Nediono memaparkan hal tersebut dihapadan peserta. 

Tak kalah menariknya lagi,  setelah diberikan materi dan teori di ruangan,  para siswa SMK Muhammadiyah ini disajikan berbagai macam seni dan Outbond yang mana water estafet,  Tongkat Estafet,  Buldozer dan Holahob dimainkan dengan ceria dan semangat serta bahagia terlihat diraut wajah para siswa. 

Pasiter Kapten Nediono hadir dan memberikan materi tersebut mewakili Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE dimana Program Wawasan Kebangsaan (Wasbang) ini bertempat di SMK Muhammadiyah Wanasari. 

"Kepercayaan dan Keeratan hubungan emosional antara Kodim 0713 Brebes kepada pihak SMK Muhammadiyah sangatlah erat, dimana SMK selalu dilibatkan Koramil dalam mendukung berbagai kegiatan. "Tutur Pasiter.

"Mudah-mudahan kedepan dan selanjutnya SMK Muhammadiyah Wanasari menjadi semakin maju dan berkembang guna menciptakan generasi muda yang inovatif, kreatif, berwawasan luas dan tak kalah pentingnya adalah akhlak serta karakter siswa menuju Indonesia Emas di tahun 2040 nanti. "Tambah Kapten Nediono. 

A. Fatchuri,  S.Ag selaku Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kodim dan Koramil dimana Sekolah Muhammadiyah ditunjuk sebagai Sekolah yang pertamakali menerima Wasbang di tahun 2020 ini. Tuturnya. 

"Mudah-mudahan menjadi bekal dan semangat bagi anak didik guna menjaga,  membela Negara Kesatuan Republik Indonesia bila negara membutuhkan dan SMK Muhammadiyah selalu siap kapanpun bila dibutuhkan oleh Negara yang kita cintai bersama ini" Tambah Kepala Sekolah. (Utsm)

Dinamika Kelompok Bulldozer Bentuk Mental dan Karakter Anak Bangsa Di Brebes


Brebes – 92 orang pelajar baik siswa maupun siswi SMKS Muhammadiyah Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini lebih mengenal berbagai permainan yang dapat memupuk interaksi dan kerjasama.







Selain permainan tersebut, mereka juga terlihat ceria saat memainkan water estafet, paralon/tongkat estafet dan holahop.

Dijelaskan Perwira Seksi Teritorial Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Nediono, bahwa permainan tersebut merupakan satu paket dari kegiatan pembinaan Wasbang (Wawasan Kebangsaan) Kodim 0713 Brebes Semester I TA. 2020, yang meliputi materi Belneg (Bela Negara), 4 pilar kebangsaan, proxy war dan bahaya Narkoba.

“Permainan dinamika kelompok adalah sebagai hiburan agar para murid tidak jenuh menerima teori Wasbang. Tujuan permainan juga untuk menciptakan hubungan psikologis, interaksi dan kerjasama bagi pelakunya sehingga tujuan tercapai,” ucapnya.

Dikatakannya juga, permainan juga membentuk mental dan karakter/jati diri pelajar sehingga diharapkan menjadi generasi pemimpin yang gigih, tidak egois dan selalu mengembangkan kerjasama.

“Nantinya mereka inilah yang akan membangun negara ini lebih maju lagi, untuk itulah generasi ini harus lebih baik lagi dari sekarang, mempunyai jati diri Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila,” tegasnya usai mengisi materi Belneg dan 4 pilar kebangsaan.

Untuk materi proxy war diberikan oleh Danramil 03 Wanasari, Kapten Infanteri Turiman.

Apresiasi dan ucapan terima kasih mengalir dari pihak sekolah melalui A. Fatchuri selaku Kepala Sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali kedepannya karena telah memberikan warna tersendiri bagi para anak didiknya. (Aan)

Jumat, 08 November 2019

Lihat Pocong, Satu Peserta Caraka Malam Bela Negara Ucapkan Doa Sebelum Makan



Brebes – Adalah Agus Prianto (16), salah satu murid SMK Syafa'Atul Ummah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah satu dari 170 orang peserta kegiatan pembekalan Bela Negara yang digelar di Kodim 0713 Brebes.






Selain menyatakan bangga dengan berbagai ilmu dan latihan kedisiplinan ala TNI yang ketat, dirinya mempunyai kesan terhadap kegiatan selama dua hari yang diikuti 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.

Dikatakannya bahwa, ia mempunyai pengalaman unik saat melakukan melakukan permainan Wasbang (Wawasan Kebangsaan), dengan materi merayap dan merangkak senyap serta caraka malam.

“Saya sangat terkesan dengan materi permainan di pos terakhir yaitu merayap dan merangkak senyap sejauh 25 meter, untuk melewati dua ekor bebek hidup yang ditaruh pelatih di tengah perjalanan. Jika bebek berteriak maka saya dinyatakan gagal dan harus mengulang lagi dari peserta paling belakang di tim saya,” ucapnya mengenang kegiatan yang dilaksanakannya, Jumat dini hari (8/11/2019).

Pengalamannya yang kedua adalah saat kegiatan cara malam, yaitu membawa pesan rahasia untuk disampaikan di finish secara lengkap setelah melewati berbagai macam rintangan psikis termasuk saat melewati hamparan nisan di TPU Desa Saditan, Kecamatan Brebes.

“Saya sangat kaget pas lagi jalan bersama tim (10 orang) di makam ada pohon pisang gerak-gerak sendiri dan ada suara tangisan kuntilanak. Setelah itu saat melihat pocong jatuh dari pohon tepat di depan saya, saya langsung memeluk teman dan sempat menangis,” imbuhnya polos.

Senada juga dikatakan Nisa Salsabila (16), murid MA Asy-Syafi’iyyah Kecamatan Jatibarang, bahkan dirinya mendengar suara monyet.

“Saya sudah mulai merinding saat mendengar suara kuntilanak dan monyet, tapi saat tiba-tiba ada pocong jatuh dari pohon di depan kami, maka saya berteriak paling kencang di tim saya dan saya mengucapkan doa sebelum makan,” ujar Nisa mengenang.

Dibenarkan Wanto (36) warga setempat dan juru kunci makam, bahwa tangisan, pocong dan gerakan pepohonan di TPU tersebut, telah disiapkan para pelatih agar para peserta lupa akan pesan yang telah dihafalnya.

“Saya sangat bangga dimintai izin pihak Kodim untuk melakukan kegiatan malam di TPU desa. Ini juga merupakan pengalaman baru bagi saya untuk membantu menakut-nakuti orang (peserta cara malam – red) untuk melatih psikis mereka,” kata Wanto mengapresiasi.

Pungkas acara, seluruh peserta menyampaikan pesan yang dibawa kepada pelatih di Gor Sasana Adhi Karsa Brebes. Mayoritas dari mereka lupa atau tidak utuh menyampaikannya, sehingga mendapatkan hadiah dari pelatih berupa coretan di seluruh muka dengan lipstik.

Saat adzan subuh, para peserta tersebut melakukan perjalanan untuk kembali ke Barak Siaga bertingkat di Kodim. Bangunan hibah dari Pemkab Brebes untuk penanggulangan bencana dan telah diresmikan Bupati, Hj. Idza Priyanti, pada 27 Februari 2018 lalu. (Aan)

Praktek POL Dan Pengenalan Tactical Radio Juga Diberikan Di Kegiatan Bela Negara Kodim Brebes


Brebes – Sebanyak 170 orang pelajar dari 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah selesai menerima pembekalan Kader Bela Negara selama dua hari di Kodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks. Jumat Sore (8/11/2019).





Pembekalan yang diberikan meliputi materi wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, bahaya Narkoba (BNN Brebes), pemadaman kebakaran (Damkar Brebes), caraka malam, pengenalan senjata dan bongkar pasang, berbagai macam permainan tim dan pemutaran film perjuangan.

Di hari kedua ini, ratusan pelajar tersebut dibekali materi 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), pengenalan mountenering, penanggulangan bencana alam, tali-temali/pioneer serta survival yang mengenalkan berbagai macam tumbuhan hutan yang bisa dimakan dengan paparan melalui layar proyektor.

Selain itu para pelatih dari TNI ini juga mengenalkan Radio AN/PRC-77, yaitu tactical radio legendaris pengembangan dari AN/PRC-25 buatan JETDS (Joint Electronics Type Designation System) Amerika, digunakan pertama kali oleh Tentara AS (GI) di perang Vietnam tahun 1968 dan digunakan TNI dalam operasi Seroja pada tahun 1975 saat melawan pasukan Fretilin di Timor Timur yang sekarang bernama Timor Leste.

Selain itu para siswa juga dibekali materi kesehatan Longmalap yang antara lain POL (Pengangkutan Orang Luka) di berbagai medan termasuk gang sempit serta dengan jumlah penolong. Juga pengetahuan tentang cedera panas (bercak panas/heat rash, kejang panas/heat cramps, kelelahan panas/heat exhaustion dan sengatan panas/heat stroke) dan cara penanganan pertama di lapangan.

Tampak Serda Hardono, anggota Perhubungan Kodim, serta Kopka Willy, paramedis dari Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, memberikan kedua materi tersebut.

Dibenarkan Kasdim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, bahwa kegiatan dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) TNI terpadu dengan memberdayakan wilayah guna memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam mengawal NKRI.

“Kita harapkan melalui pembekalan dan pembentukan karakter selama dua hari ini, ke depan mereka akan menjadi generasi unggul di berbagai bidang, lebih mumpuni dari generasi sekarang untuk mengawal NKRI,” tegasnya.

Puncak acara dilakukan penutupan, melalui upacara yang dipimpin Kasdim mewakili Dandim. (Aan)

Ratusan Pelajar Brebes Dibekali Berbagai Materi Bela Negara


Brebes – Para pelajar SLTA, MA dan SMK di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara di Makodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks, selama dua hari (7-8/11).







Pembekalan yang diberikan meliputi materi bela negara, wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, pengetahuan bahaya Narkoba, pemadaman kebakaran, Long Malap (Pertolongan Pertama di Lapangan), caraka malam, pengenalan senjata, pengenalan radio dan jaring radio, permainan Wasbang dan pemutaran film.

Dibenarkan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, pasca membuka acara di halaman Makodim, bahwa 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), Mountenering, penanggulangan bencana alam, pioneer dan survival, juga diberikan dalam pembekalan kepada para pelajar sebanyak 170 orang siswa/i yang tersebar di 17 kecamatan.

“Kami juga dibantu pihak BNN dan Damkar Kabupaten Brebes serta Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, sebagai pemateri,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, para peserta tersebut akan bermalam di Barak Siaga Kodim, yang telah diresmikan Bupati Brebes awal 2019 lalu.

Dalam pembukaan materi di Aula Jenderal Soedirman, Kodim, mewakili Danrem 071 Wijayakusuma, Kepala Seksi Teritorial Korem, Letkol Infanteri Sapto Broto, memberikan motivasi tentang rekrutmen TNI.

“Saya harapkan generasi dari Kabupaten Brebes ini, dapat memproteksi dari serangan pintar yaitu gaya hidup konsumtif dan narkoba yang mengincar negara kita agar mengalami loss generation,” ucap mantan Prajurit Komando abituren Sepa PK 2007 ini.

Harapan Sapto Broto adalah, kedepan para peserta dapat menggantikan generasi sekarang karena telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, disiplin dan pembentukan karakter.

“Saya harapkan para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya mempunyai jati diri dan karakter saat kelak menjadi para pemimpin bangsa,” tandasnya.

Inilah salah satu upaya TNI Kodim 0713 Brebes dalam upayanya memberdayakan Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu, dengan harapan terciptanya pertahanan wilayah NKRI di darat melalui masyarakat. (Aan)

Sabtu, 12 Oktober 2019

TMMD Tanamkan Bela Negara Sejak Usia Dini


Semarang-Pasal 30 bahwa UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam bela negara. Bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata maupun perang, apalagi dalam kondisi damai seperti saat sekarang ini.



Oleh karena itu, disetiap kegiatan TMMD materi wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi salah satu sasaran kegiatan non fisik, yang tujuannya untuk memantik dan menanamkan semangat bela negara kepada seluruh waga Indonesia dimanapun berada.

Demikian penyampaian Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. di sela-sela kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam IV/Diponegoro, di Makodam IV/Diponegoro, Rabu (8/10/2019). 

Untuk diketahui bahwa dalam program TMMD selain mengerjakan sasaran fisik berupa pembangunan jalan, RTLH dan sasaran fisik lainnya, juga terdapat sasaran sasaran non fisik yang diantaranya adalah tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. 

Menurutnya bela negara tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat TNI atau Kepolisian saja, tetapi semua warga negara harus ikut berperan sesuai dengan bidang tugas masing-masing sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

“TNI dan Kepolisian sebagai komponen utama, dan rakyat Indonesia sebagai komponen pendukung. Jadi semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai peran dan bidangnya masing-masing”, ungkapnya.

Diterangkan Letkol Kav Susanto, bagi para petani adalah mengolah lahan pertaniannya dengan baik agar hasilnya melimpah sehingga dapat berswasembada pangan itu bagian dari bela negara. Bagi para peternak mengelola peternakannnya dengan baik agar swasembada daging itu juga bagian dari bela negara. Yang jadi pedagang silahkan melaksanakan perniagaan dengan baik agar roda perekonomian terus berputar, termasuk para pelaku pendidikan agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik sehingga menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan maju.

“Hal semacam ini harus bisa dipahami dan dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat bahkan kepada anak-anak usia dini, agar nantinya memiliki pemahaman dan wawasan yang cukup dan benar tentang bela negara”, ibuhnya.

Dicontohkan Kapendam, beberapa waktu lalu anggota Satgas TMMD Kodim 0703/Cilacap Sertu Mulyono mengajar anak-anak di PAUD Barokah yang ada di Dusun Cironeng, Desa Cilibang, Kec. Jeruklegi Kab. Cilacap. Tanpa rasa canggung, Bintara dari Kodim Cilacap itu  mengajak anak-anak belajar yang rajin sembari mengenalkan warna, menggambar dan bernyanyi. 

Demikian pula yang dilakukan Anggota Satgas TMMD dari Kodim 0709/Kebumen Serma Badani. Saat menjadi Irup di SMK Ma’arif Sadang Kab. Kebumen, Senin (7/10/2019) dirinya mengajak kepada para guru dan para siswa untuk menegakkan tata tertib sekolah. Para siswa juga lebih semangat, giat dan tekun belajar. Itu semua adalah bentuk nyata dari bela negara, tandas Letkol Kav Susanto. 

Apa yang dilakukan kedua bintara tersebut tak lain dan tak bukan hanya untuk menanamkan semangat bela negara sejak usia dini. Anak-anak sekalipun memiliki andil dalam bela negara, yaitu dengan belajar yang rajin dan sunguh-sungguh, patuh dan taat kepada semua peraturan baik di sekolah maupun diluar sekolah, pungkasnya.(pendam/penrem/pendim0713)

Senin, 02 September 2019

Relawan Bela Negara Kembali Ke Lampung Untuk Hijaukan Pulau Sebesi

Lampung – Tim Relawan Bela Negara dari Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (YBPBN) Kementerian Pertahanan, kembali sambangi Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, di Pulau Sebesi, pasca melaksanakan trauma healing terhadap korban terdampak musibah Tsunami Selat Sunda (22/12/18) lalu.





Pulau Sebesi, yang secara administratif berada di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa. Mereka kembali melakukan aksi bakti sosial berupa pemberian bantuan 5.500 bibit pohon termasuk bakau, Al-Quran dan Juz Amma untuk 3 masjid di pulau yang juga terdampak tsunami yang dipicu letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, selain menghantam pesisir Banten juga Lampung.

Dibenarkan Ketua YBPBN, R. Achmat Juniawan (52) bahwa, masyarakat Pulau Sebesi sampai saat ini masih trauma getaran gempa yang terjadi wilayah barat daya Banten dengan kedalaman 10 kilometer dan berkekuatan 7,4 SR lalu dan merenggut ratusan jiwa. Senin (2/9/2019).

"Kami menyadari tidak mudah bagi masyarakat Pulau Sebesi untuk melupakan kejadian waktu itu. Untuk itulah kami bersyukur karena mempunyai kesempatan kembali hadir disini untuk membantu masyarakat,” ucapnya kepada Serma Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes melalui pesan whatsap.

Ia berharap dalam lawatannya selama dua hari ini, masyarakat tetap waspada dan segera berbenah agar dapat menjalani kehidupan seperti sebelumnya dan bahkan jauh lebih baik lagi.

Tim juga melakukan penghijauan langsung di pulau yang diakses dengan menyeberangi laut dengan perahu selama 2 jam.

Sekedar diketahui, trauma healing sebelumnya juga dilakukan di SMAN 1 Rajabasa, Jalan Pesisir Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan, melalui pendekatan spiritual diselingi edukasi tentang wawasan kebangsaan. Setidaknya ada 250 orang, baik Balita/PAUD, anak-anak sampai dengan Lansia yang diberikan pemulihan. Mereka juga membagikan peralatan sekolah serta bantuan makanan dan lain-lain. (Cepi Gantina-Aan)

Rabu, 17 Juli 2019

SMA Negeri 1 Brebes Terima Bela Negara

Brebes - Sedikitnya 392 siswa siswi Kelas X SMA Negeri 1 Brebes mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara dari Koramil 01/Brebes Kodim 0713/Brebes.







Komandan Rayon Militer (Danramil), Kapten Arm Zaenal Abidin disela-sela paparannya dalam memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara di SMA N 1 Brebes, mengatakan kepedulian ini dilakukan untuk menambah dan meningkatkan wawasan siswa dan siswi agar tidak terpengaruh informasi global atau lebih familiar dengan Media Sosial-Medsos yang banyak diantaranya berdampak negatif terhadap generasi muda. Saat ditemui di kantornya jalan pahlawan Gandasuli Brebes hari ini, Kamis (18/07/2019).

“Dalam pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara aga siswa siswi mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi sebagai bangsa Indonesia untuk menjadikan generasi muda yang kuat dan mandiri”, harapnya.

Sementara untuk materi pembekalan di lapangan, yang disampaikan Serda Sukir telah dilaksanakan Peraturan baris Berbaris (PBB), begitu juga untuk pembekalan yang tata cara Upacara bendera telah diajarkan Serda Bangun Hidayat.

Danramil Brebes ini mengatakan, Latihan PBB yang disampaikan Serda Sukir semata untuk membentuk sikap, watak dan disiplin bagi para siswa siswi SMA Negeri I Brebes. Sedangkan materi yang disampaikan Serda Bangun Hidayat ditujukan agar dapat melaksanakan upacara bendera secara tertib, terlebih tata cara pengibaran bendera merah putih yang baik dan benar.

“Sebagai satuan Komando Kewilayahan, Koramil 01/Brebes telah bermitra dengan sekolah-sekolah yang ada disekitarnya yang berkewajiban memberikan pembekalan dan pelatihan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah binaannya”, pungkasnya. (Utsm).